Antonio Conte Tottenham 2022-23Getty Images

Pernah Acungkan Jari Tengah, Antonio Conte Ke Juventus Gantikan Max Allegri?

Wakil presiden Juventus Pavel Nedved ingin memulangkan Antonio Conte ke Juventus sebagai pengganti Massimiliano Allegri, meski manajer Tottenham Hotspur itu tidak akur dengan sang presiden Andrea Agnelli.

Pelatih 53 tahun itu meninggalkan Bianconeri pada 2014 setelah merasa tidak didukung Agnelli di bursa transfer. Keduanya bahkan sempat bersitegang tahun lalu, ketika Conte - berstatus manajer Inter Milan - mengacungkan jari tengah kepada mantan atasannya tersebut.

Kini, dengan kondisi Juventus yang amburadul, nama Conte kembali disebut-sebut bisa kembali ke Turin.

Juventus ambyar, fans: Allegri out!

Juventus saat ini menempati peringkat delapan di klasemen Serie A setelah tujuh pekan, dengan hanya dua kemenangan dan empat kali imbang. Terakhir, Bianconeri,yang pernah mendominasi Liga Italia dengan merebut sembilan Scudetto beruntun (2011-2020), bahkan dikalahkan Monza, tim zona degradasi yang sebelumnya belum pernah menang musim ini.

Di kancah Eropa, Juve juga tak berbeda, bahkan mungkin lebih parah. Dari dua laga fase grup Liga Champions, Si Nyonya Tua selalu kalah, ditumbangkan PSG & Benfica dengan skor identik 2-1.

Tak ayal, suporter kian merasa frustrasi, dan seruan untuk mendepak Allegri pun bergema di media sosial dan di lapangan.

Juventus balikan dengan Conte?

Antonio Conte Juventus 2011/2012Getty Images

Nedved pun memiliki sentimen yang serupa dengan Juventini. Ia ingin mendepak Allegri, tetapi para petinggi memiliki pandangan berbeda.

Terlepas dari itu, dklaim Daily Mail, legenda Juventus yang kini menjadi wakil presiden mereka itu tetap menginginkan Conte sebagai manajer baru Bianconeri.

Kinerja Conte untuk Tottenham dianggap brilian, bergabung dengan mereka pada November 2021 ia mampu mengubah nasib Spurs dan membawa mereka lolos ke Liga Champions.

Bahkan, musim ini Conte mampu menyulap Spurs jadi pesaing juara Liga Primer Inggris, mengingat mereka cuma terpaut satu poin saja dengan Arsenal di puncak klasemen.

Dengan kontraknya habis 2023, tahun depan bisa menjadi momen sempurna bagi Conte untuk kembali menangani Juventus, jika bukan sesegera mungkin.

Hubungan Agnelli-Conte

Conte AgnelliGoal

Sayangnya, hubungan sang presiden dengan Conte retak semenjak berpisah 2014 lalu. Daily Mail bahkan mengklaim bahwa Conte sudah akan kembali ke Juventus andai keduanya tidak saling berseteru.

Corriere dello Sport sebelumnya melaporkan bahwa pada 2019, Conte selalu menjadi pilhan utama Nedved.

Namun selaku presiden, Agnelli memveto gagasan tersebut. Selain itu, Agnelli pula yang bertanggung jawab memulangkan Allegri ke Turin, sebuah langkah yang nampaknya menjadi kesalahan besar.

Kini dengan situasi Juve yang semakin ambyar di bawah Allegri, Agnelli berpotensi melupakan permusuhannya dengan Conte, dan membawa pulang pelatih yang menjadi pionir dinasti sembilan tahun Si Nyonya Tua tersebut.

Iklan
0