Antonio Conte menjelaskan alasan mengapa dirinya menolak kesempatan melatih Tottenham Hotspur, dengan Spurs tertarik menujuk mantan pelatih Inter Milan itu.
Conte menghadirkan gelar Serie A Italia yang pertama untuk Nerazzurri selama 11 tahun pada musim 2020/21.
Pelatih asal Italia itu sebelumnya diyakini akan kembali ke Liga Primer Inggris, di mana ia sebelumnya pernah menghadirkan gelar bersama Chelsea.
Conte sempat melakukan pembicaraan dengan Tottenhan, namun pelatih berusia 51 tahun itu akhirnya memutuskan untuk tidak menangani klub London utara itu.
"Secara umum, saya menyukai tantangan dan saya telah menerima banyak tantangan selama karier saya," ujar Conte kepada Gazzetta dello Sport.




"Bahkan, klub-klub top yang saya latih tidak pernah menjadi favorit ketika saya tiba. Namun, jika ada sesuatu yang tidak meyakinkan saya, saya memilih untuk tidak menerimanya, terlepas dari soal uangnya."
Inter finis dengan hanya tertinggal satu poin di belakang Juventus di musim pertama Conte melatih klub asal ibukota Italia itu, dan tim juga kalah di final di tangan Sevilla di final Liga Europa.
Inter akhirnya bangkit pada musim 2020/21, dengan memenangkan scudetto, dengan unggul 12 poin dari rival satu kota, AC Milan, yang finis di urutan kedua.
Setelah meninggalkan Inter, Inter menjadi target dari Tottenham setelah mereka memecat Jose Mourinho pada musim lalu. Namun, sejumlah isu kunci, seperti dana transfer dan masa depan Harry Kane, membuat kesepakatan batal terjadi.
Sejumlah nama kini dikait-kaitkan dengan Tottenham, di antaranya direktur olahraga Fabio Paratici dan mantan pelatih AS Roma, Paulo Fonseca.
