Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mengklaim bahwa ketersingkiran timnya dari Liga Champions jadi momen penting penunjang gelar scudetto musim ini.
Inter—yang kini mengoleksi 82 poin dan unggul 13 angka dalam sisa empat laga—secara matematis tidak lagi bisa terkejar setelah pesaing terdekat, Atalanta, diimbangi Sassuolo, Minggu (2/5).
Tercatat, pencapaian ini menjadi scudetto pertama Inter sejak menyabet trigelar bersama Jose Mourinho pada musim 2009/10.
Nerazzurri sekaligus menyetop rentetan sembilan scudetto Juventus, yang tiga di antaranya dimenangkan saat dilatih Conte pada periode 2011–2014.
Inter cuma menang dua kali dalam 10 laga di lintas ajang pada Oktober dan November. Sebulan berselang, Romelu Lukaku cs juga tereliminasi dari Liga Champions pasca-hanya sekali menang.
“Saya pikir momen kuncinya adalah pada pekan kami tersingkir dari Liga Champions, ketika kritik menghujani kami dengan cara yang mungkin berlebihan,” ucap Conte kepada Rai dan Sky Sport Italia.
"Itu tidak mudah. Kami memiliki sekelompok pemain yang tidak terbiasa untuk menang. Kami melakukannya dengan baik untuk menjadi lebih kompak dan menerima kritik untuk menjadi lebih kuat.”
“Hal terbaiknya adalah saya menemukan tim yang mempercayai saya dan kepemimpinan saya secara implisit. Kemudian perkembangan para pemain mengarah pada hasil yang diharapkan.”
"Mereka bertanya kepada saya apa yang dibutuhkan Inter, saya menjawab bahwa setiap pemain harus meningkatkan standar, tidak hanya dari aspek teknis, tapi juga dari aspek mental.”
"Para pemain bukan lagi pemain yang cuma ambil bagian, tapi yang ingin menang,” pungkasnya.
Tercatat, scudetto ke-19 Inter ini menjadi gelar juara liga kelima sepanjang karier kepelatihan Conte. Sebelumnya, ia pernah meraih satu gelar Serie B bersama Bari, tiga titel Serie A di Juventus, dan satu trofi Liga Primer Inggris bareng Chelsea.


