Antonio Conte Inter JuventusGetty Images

Antonio Conte: Kekalahan Dari Inter Milan, Bukan Akhir Hegemoni Juventus

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mengaskan bahwa Juventus tidak runtuh dalam sehari hanya lantaran menelan kekalahan dari Nerazzurri.

Terkini, Inter sukses menundukkan Juve dengan skor 2-0 pada giornata ke-18 Serie A Italia di Giuseppe Meazza, Senin (18/1) dini hari WiB.

Gol kemenangan sang tuan rumah masing-masing diciptakan oleh Arturo Vidal pada menit ke-12 dan Nicolo Barella pada menit ke-52.

Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Conte atas mantan klub yang dibela dan dilatihnya, Juventus, dari empat laga yang dijalaninya sebagai pelatih di tiga klub berbeda.

Pertama pada musim 2006/07. Kala itu, Juve mengalahkan Arezzo dengan skor 5-2 di Serie B dan meraih tiket promosi pasca-skandal Calciopoli. Kedua, ketika Si Nyonya Tua permalukan Atalanta 5-2 pada musim 2009/10.

Sementara dua laga lainnya tersaji pada musim lalu. Inter dikalahkan Juve 2-1 di Meazza kemudian Romelu Lukaku dkk takluk 2-0 di Stadion Allianz.

“Era berakhir jika Anda tidak merenovasi dan berinovasi. Juve melakukannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun. Mereka juga mempertahankan kerangka tim seperti Chiellini, Bonucci dan Buffon, yang memberi Anda pengalaman dan rasa memiliki,” ucap Conte dalam sesi temu pers selepas laga.

“Juventus melakukan pekerjaan hebat dengan mendatangkan Morata, Kulusevski, McKennie dan Chiesa, belum lagi Arthur. Itu baru di musim ini aja. Artinya ada visi, ada orang yang paham tujuan klub dan melihat apa yang perlu dilakukan lebih awal.”

"Luar biasa bahwa Juve telah mendominasi selama sembilan tahun dan ingin meraih scudetto untuk yang ke-10 secara beruntun. Saya pikir peluang mereka masih ada, tetapi klub lain bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk lebih dekat dengan gelar. Saya sangat menghormati Juventus, karena mereka berhak atas semua pencapaian tersebut.”

“Ini adalah awal bagi kami, tapi mengalahkan Juventus dengan skuad juara yang hebat, termasuk Cristiano Ronaldo, akan memberi Anda keyakinan bahwa tim Anda berada di jalur yang benar. Saya tidak pernah mengalahkan Juventus dalam karier kepelatihan saya sebelumnya. Saya selalu kalah, dan memang pantas kalah, jadi hasil ini adalah sebuah kemajuan,” pungkasnya.

Hasil positif tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Inter atas Juve sejak 2016. Kala itu, Inter masih ditangani Frank de Boer dan Juve ditukangi Massimiliano Allegri.

Adapun dengan hasil ini, Inter masih menempati urutan kedua klasemen sementara dengan koleksi 40 poin. Mereka hanya kalah produktivitas gol dari pemuncak AC Milan yang akan bertanding melawan Cagliari, dini hari nanti. Sedangkan Juventus turun ke peringkat kelima dengan 33 poin.

Iklan
0