Mantan penyerang AS Roma dan timnas Italia, Antonio Cassano, menyebut bahwa Christian Eriksen berpotensi menjadi Andrea Pirlo-nya Inter Milan.
Cassano memuji Eriksen sekaligus membandingkan situasi pemain asal Denmark itu dengan Pirlo saat nama terakhir main di bawah arahan Antonio Conte di Juventus pada periode 2011–2014.
Terus diisukan bakal dijual dan gagal “nyetel” dengan skema Conte, Eriksen nyatanya mampu menampilkan performa yang lebih baik dalam beberapa pertandingan teraktual bersama Inter.
Itu termasuk gol penentu sang pemain dari sepakan bebas di menit berdarah yang loloskan Inter ke semi-final Coppa Italia dengan mengalahkan Milan dengan skor 2-1, tengah pekan lalu.
“Kita berbicara tentang seorang juara yang hebat. Dia [Eriksen] hanya butuh kepercayaan diri. Dia bukan lagi sedang mempelajari apa itu sepakbola modern,” ucap Cassano di Bobo TV, kanal Youtube milik mantan bomber Inter, Chrisitan Vieri, Selasa (2/2).
“Conte sedang berubah pikiran, saya berharap dia bisa memberinya menit bermain lebih untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.”
“Eriksen tidak sekuat [Luka] Modric, tetapi pemain Kroasia itu tidak akan bermain untuk Conte, karena dia tidak bisa bertahan.”
“Saya selalu ingat Pirlo. Awalnya, ide Conte tentang Juventus bukan ada di Pirlo. Conte kemudian menemukan bagaimana memaksimalkan Pirlo, dengan kombinasi dari beberapa pemain lama dan baru. Dia menemukan formasi 3-5-2 dan memenangkan segalanya,” pungkasnya.
Musim ini, Eriksen baru diturunkan lima kali sebagai starter di Serie A. Pada laga-laga tersebut, Nerazzurri tidak terkalahkan dengan meraih empat kemenangan dan sekali imbang.
Terdekat, Inter akan melawan musuh bebuyutan, Juventus, pada leg pertama semi-final Coppa Italia di Giuseppe Meazza, Rabu (3/2) pukul 02:45 dini hari WIB.




