Antoine Griezmann adalah seorang penyerang paket komplet, yang tidak hanya bisa mencetak gol saja. Selain penyelesaian akhirnya yang tenang, umpan-umpan akurat, pergerakan tanpa bola dan teknik olah bolanya berada di atas rata-rata, membuat rekan-rekan sati timnya mampu mencetak gol lewat ruang yang dibukakan oleh pemain asal Prancis tersebut.
Menimba ilmu sepakbola di akademi Real Sociedad sejak berusia 13 tahun, Griezmann berhasil menembus ke tim senior lima tahun kemudian dan langsung mendapatkan tempat utama pada saat itu.
202 penampilan telah dia berikan untuk Sociedad, sebelum pada musim panas 2014 dia diboyong oleh Atletico Madrid, di mana dia memantapkan namanya sebagai salah satu pemain kelas dunia.
Selain empat gelar telah dia berikan untuk Los Rojiblancos, jelas trofi Piala Dunia 2018 bersama Prancis menjadi kenangan yang tak akan dia lupakan sepanjang hidupnya.
Pada tahun 2019, dia diboyong oleh raksasa La Liga Barcelona, sebelum dia dikembalikan ke Estadio Wanda Metropolitano musim panas ini dengan status pinjaman.
Namun, ada banyak hal yang belum diketahui oleh banyak orang tentang Griezmann, dan Goal akan coba memberi informasi tersebut:
1. Pemandu bakat Prancis tidak meliriknya
Sulit bagi Griezmann untuk mendapatkan kesempatan di dunia sepakbola, karena pemandu bakat Prancis menganggapnya terlalu kecil dan kurus untuk melakukan olahraga itu.
Olympique Lyon, Saint-Etienne, Metz, Auxerre, Sochaux dan Montpellier semuanya mengintai Griezmann, tetapi baru setelah pemandu bakat Real Sociedad asal Prancis Eric Olhats melihat anak muda itu dan menilai bahwa keterampilan serta tekniknya sangat luar biasa, Griezmann akhirnya diberi kesempatan untuk bergabung dengan akademi mereka.
Griezmann bahkan tinggal bersama Olhats pada tahun-tahun pertamanya di akademi Real Sociedad setelah pindah ke Spanyol utara.
Getty Images2. Dia Melewati tim Real Sociedad B
Setelah tiba di akademi Zubieta Real Sociedad pada usia 13 tahun, Griezmann terus meningkatkan kualitasnya dan akan bermain untuk Sanse - tim cadangan klub - pada musim 2009/10.
Namun cedera yang diderita bek sayap Bingen Erdozia membuat Griezmann mendapat tempat di tim utama dan dia dipromosikan ke skuad senior oleh pelatih asal Uruguay Martin Lasarte.
Setelah menunjukkan beberapa penampilan luar biasa selama pra-musim pada 2009, Griezmann dipermanenkan oleh tim senior dan tidak pernah kembali ke skuad junior.
3. Dia bisa saja bermain untuk Portugal
Griezmann bermain di final Euro 2016, yang mempertemukan Prancis dan Portugal, sayangnya dia harus mewakili tim yang kalah saat tim asuhan Fernando Santos memenangkan turnamen.
Tapi sebenarnya, dia bisa berseragam Portugal jika dia memilih Selecao di level internasional. Griezmann lahir di Prancis dan ayahnya Alain Griezmann adalah orang Prancis, tetapi ibunya Isabelle Lopes adalah orang Portugis, oleh karena itu dia memenuhi syarat untuk berkewarganegaraan Portugal.
Pada tahun 2018, dia mampu menebus kekalahan di final, setelah memenangkan Piala Dunia bersama Les Bleus.
4. Dia adalah penggemar berat Pavel Nedved
Seperti semua pesepakbola muda lainnya, Griezmann memiliki banyak idola tetapi tidak ada yang sehebat Pavel Nedved, yang posternya dipasang di dinding kamarnya.
Sebagai anak muda, dia bahkan meniru gaya rambut bintang Republik Ceko tersebut. Selain Nedved, pahlawan masa kecilnya yang lain adalah Zinedine Zidane, Sonny Anderson - yang membuatnya terkenal saat foto bersama ketika masih kecil - dan David Beckham.
LaLiga5. Lyon menyimpan kenangan khusus untuknya
Griezmann dibesarkan di kota Macon, dekat Lyon. Dia adalah pendukung Lyon saat masih kecil dan ironisnya, salah satu momen dalam hidupnya adalah harus mengalahkan tim Prancis itu ketika mereka berhadapan dengan Real Sociedad di kualifikasi Liga Champions pada 2013.
Griezmann mencetak tendangan salto sensasional saat bertandang ke markas Lyon, di mana Real Sociedad menang dengan skor telak 4-0. Dia juga mencetak dua gol untuk Prancis saat bermain di Lyon selama Euro 2016 dan memenangkan final Liga Europa 2017/18 di kota itu bersama Atletico Madrid, mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Marseille.
