Asnawi Mangkualam tinggal menunggu waktu untuk diperkenalkan secara resmi oleh klub kasta kedua Korea Selatan, Ansan Greeners. Pemain yang sebelumnya membela PSM Makassar tersebut sudah bertolak ke Negeri Ginseng.
Karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona, Asnawi akan lebih dulu menjalani masa karantina dan diharapkan pada pertengahan Februari dirinya bisa mulai gabung latihan dengan klub bernuansa hijau asal Kota Ansan tersebut.
Tentunya bermain di luar negeri membutuhkan adaptasi tersendiri untuk Asnawi yang belum punya pengalaman membela klub luar negeri. Masalah bahasa kerap menjadi sorotan ketika seorang pesepakbola harus berpindah negara.
Pihak Ansan memastikan bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Pelatih Kim Gil-sik membeberkan bahwa Asnawi akan mendapat bimbingan pada masa awalnya di Korea Selatan, dengan pihak klub siap menyiapkan penerjemah.
"Soal masalah bahasa, di Kota Ansan ada banyak sekali orang Indonesia. Kami akan mencari penerjemah secepatnya untuk membantu tim dan Asnawi," papar Kim Gil-sik dalam pernyataannya di kanal Youtube SG Sports TV.
Goal IndonesiaMenurut Kim, bahasa sebenarnya tidak perlu menjadi perhatian berlebih untuk pemain beradaptasi ketika berada di lapangan. Bahasa 'sepakbola' tentu tidak akan jauh berbeda di belahan dunia mana pun, menurut sosok 42 tahun itu.
"Memang sebenarnya sepakbola adalah olahraga dunia. Pasti ada banyak persamaan. Jadi, saya rasa bahasa bukan hambatan buat dia untuk beradaptasi dengan baik," beber mantan pemain Jeonnam Dragons tersebut.
Perlu diketahui bahwa bergabungnya Asnawi dengan Ansan Greeners merupakan sejarah untuk sepakbola Korea Selatan dan Indonesia. Pasalnya, ini kali pertama ada pemain Indonesia yang resmi bermain di K League 2.
K League memang mengembangkan regulasi kuota pemain asing untuk pemain dari negara Asia Tenggara, dan diketahui bahwa Asnawi adalah orang pertama yang menggunakan kuota itu. Sebelumnya, Nguyen Cong Phuong dari Vietnam gabung Incheon United, namun dengan label pemain asing saja.
Sejak terbongkar Asnawi bakal gabung Ansan Greeners, lonjakan pengikut pada akun media sosial klub luar biasa. Kini Ansan Greeners merupakan klub K League 2 dengan pengikut terbanyak di segala platform media sosial.
Kim pun menegaskan bahwa bisnis bukan alasan mereka mendatangkan Asnawi. "Saya sudah menonton videonya [Asnawi] beberapa kali. Saya sudah cukup sering berbicara dengan pelatih Shin [timnas Indonesia, Tae-yong]. Selain itu, Asnawi bukanlah pemain yang direkrut dengan tujuan pemasaran [strategi bisnis]. Ia diputuskan bisa menjadi pemain yang dibutuhkan tim."


