Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2019 Maruarar Sirait tak bisa menutupi rasa kagumnya melihat animo penonton duel Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut merupakan leg kedua final Piala Presiden yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4) malam.
Puluhan ribu Aremania memadati tempat pertandingan tersebut mulai dari siang hari. Berbagai macam atribut kebanggaan Singo Edan mereka pakai untuk memberikan dukungan terhadap klub kesayangannya.
Situasi ini tidak berbeda jauh ketika leg pertama final digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, 9 April lalu. Ketika itu, setidaknya 50 ribu penonton memadati Stadion GBT.
Menurut Maruarar, kondisi tersebut membuktikan sepakbola nasional tidak pernah sepi akan peminat. Meski, saat ini sedang diguncang kasus pengaturan skor dengan sejumlah tersangka yang sudah ditetapkan oleh Satgas Anti Mafia Bola.
"Saya sangat terharu ya. Empat kali kami mengelola Piala Presiden. Ya, saya sudah melaporkan kepada Presiden (Joko Widodo) dan Presiden juga sangat memonitoring perkembangan ini bahwa memang ini waktunya sepakbola Indonesia bangkit," kata Maruarar.




Pria yang karib disapa Ara tersebut melanjutkan pada Piala Presiden edisi sekarang lebih terbuka dibandingkan musim-musim sebelumnya. Ia meminta Pricewaterhouse Coopers (PwC) selaku auditor melakukan audit selama ajang ini dilaksanakan.
"Khusus untuk tahun ini kami minta untuk mengaudit bukan setelah selesai turnamen, sepanjang turnamen diaudit, jadi sebelum selesai pun sudah diaudit," ucapnya.
"Jadi dukungannya luar biasa, suporternya juga saya pikir makin tahu kalau mau menang itu ya bukan sogok wasit, bukan berantem, tapi ya pilih pemain yang bagus, pelatih yang bagus dan latihan yang bagus," tambahnya.
Goal Indonesia