Mantan pelatih Juventus, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid yang kini menangani Everton, Carlo Ancelotti, mengakui dirinya mengira pembicaraan tentang Liga Super Eropa adalah "sebuah lelucon".
12 klub terkemuka di Eropa, termasuk enam dari Liga Primer Inggris, mengumumkan rencana pada Minggu (18/4), untuk membuat turnamen baru yang disebut-sebut sebagai pesaing untuk Liga Champions.
Namun, rencana itu "kocar-kacir" dalam waktu 48 jam karena banyak klub pendiri yang kemudian memutuskan dirinya untuk menarik diri dari keikutsertaan dari Liga Super Eropa setelah mendapat protes dari fans masing-masing.
Ancelotti, yang terkejut melihat begitu banyak mantan-mantan klubnya yang mendaftar, mengatakan kepada wartawan tentang sebuah proyek yang melibatkan banyak pengaruh Amerika dari pemilik-pemilik di Manchester United, Liverpool, dan Arsenal.
"Reaksi langsung saya adalah mereka bercanda, ini adalah sebuah lelucon!" ujar Ancelotti.
"Ini lelucon karena itu tidak akan terjadi. Itu tidak mungkin."
"Budaya olahraga di Eropa berbeda dengan olahraga Amerika. Bukan karena kami benar dan mereka adalah salah, tapi karena budaya masyarakat yang berbeda. Di Amerika, di AS, olahraga adalah berbeda. Olahraga adalah hiburan."
"Di Eropa, kami hidup dengan lebih passion. Ketika kami besar nanti, akmi ingin mengalahkan tetangga kami. Kami tumbuh secara berbeda. Ini bukan olahraga [di AS]. Sepakbola sekarang adalah bagian dari bisnis. Tapi, kami perlu mempertimbangkan keduanya."
"Sepakbola adalah olehraga dulu. Dan, kemudian dengan banyak investasi, itu juga menjadi bisnis. Kami perlu mempertimbangkan keduanya, Ini benar-benar normal."
Ancelotti, yang juga pernah menangani Bayern Munich dan Paris Saint-Germain, dua klub yang tidak terlibat di Liga Super Eropa, menjelaskan tentang pentingnya suporter.
"Untuk setiap suporter sepakbola, itu adalah hari yang aneh, sebuah kejutan," ujar Ancelotti lagi.
"Kami mendengar tentang Liga Super Eropa dalam beberapa bulan terakhir, tapi saya yakin itu tidak akan terjadi. Apa yang bisa saya katakan? Mereka salah."
"12 klub itu salah. Mereka tidak mempertimbangkan pendapat para pemain, manajer, atau suporter."
