Persija Jakarta telah berpisah dengan Angelo Alessio pada pekan ini. Kedua pihak harus mengakhiri kerja sama karena tidak puas dengan kinerja Alessio yang gagal membawa Persija untuk konsisten bersaing di papan atas kompetisi musim ini.
Dari 20 pekan Liga 1 2021/22, Persija hanya mampu berada di posisi delapan dengan 29 poin. Macan Kemayoran baru bisa tujuh kali menang, delapan kali imbang, dan sudah lima kali menelan kekalahan. Sehingga, manajemen hilang kesabaran.
Sudirman kemudian ditunjuk manajemen Persija sebagai suksesor dari Alessio. Sudirman punya kedekatan dengan Persija dan sudah punya pengalaman menukangi tim ini pada Piala Menpora 2021, hingga bisa menjadi juara setelah mengalahkan Persib Bandung.
Kepada awak media secara virtual, Sudirman menjelaskan apa sebenarnya yang membuat Alessio tidak berhasil di Persija. Menurut Sudirman, memang ada perbedaan level filosofi sepakbola yang diinginkan oleh Alessio dengan yang menjadi standar pemain Persija.
"Taktikal yang dikasih Angelo kalau saya lihat tak berjalan dengan baik, tentu itu bahan saya buat evaluasi untuk memberi hal-hal baru yang beda dari dia.. Mungkin saya lihat filosofi sepakbola dia itu terlalu tinggi jadi belum bisa diterjemahkan dengan baik oleh pemain-pemain apa yang dimaunya," tutur Sudirman.
Contoh hal yang membuat pemain kesulitan dengan Alessio adalah, juru taktik asal Italia itu kerap terlalu fleksibel dalam mengubah taktik. Dalam persiapan yang kurang, Alessio bisa mengubah taktik dari yang sudah dibicarakan kepada pemain untuk sebuah pertandingan.
"Ada perubahan yang cepat karena kebiasaan pemain Indonesia beda dengan di luar. Coach Angelo ketika beri taktik saat briefing dia cepat mengubahnya. itu jadi masalah..Tadinya dalam briefing harusnya gini, di lapangan diubah lagi. Di luar negeri mungkin biasa, tapi di kita agak sedikit membingungkan, sehingga apa yang dijalankan tidak maksimal," urai Coach Jend, sapaan Sudirman.
Sepakbola Indonesia memang hal baru untuk Alessio, yang punya standar Eropa dengan menjadi asisten pelatih Antonio Conte, dari mulai di Chelsea, hingga Juventus. Bagaimana pun, tak cukup waktu untuk Alessio memberikan keajaiban untuk Persija, yang musim ini juga banyak dihuni skuad muda.


