Angelino Manchester UnitedGetty Images

Bek RB Leipzig Angelino: Manchester United Kadang Seperti Tim Biasa-Biasa Saja

RB Leipzig tidak perlu takut menghadapi Manchester United, menurut Angelino, yang merasa Setan Merah kadang bermain seperti tim kelas dunia namun lain waktu seperti tim biasa-biasa saja.

United kembali ke Liga Champions setelah satu musim absen dengan finis ketiga di Liga Primer Inggris musim 2019/20. Mereka tergabung dalam grup sulit yang bermaterikan Leipzig, Paris Saint-Germain dan Istanbul Basaksehir di Grup H.

Leipzig sukses mencapai semi-final musim lalu sebelum dikandaskan 3-0 oleh PSG, yang kemudian kalah 1-0 dari Bayern Munich di final.

Angelino memainkan peran kunci dalam perjalanan wakil Bundesliga itu ke semi-final setelah bergabung dengan klub sebagai pemain pinjaman dari Manchester City pada Januari, dengan kesepakatan transfer itu diperpanjang hingga akhir musim 2020/21.

Bek kiri asal Spanyol itu sangat menantikan duel melawan United, seperti yang dikatakannya kepada RBLive ketika ditanya mengenai peluang klubnya untuk bisa lolos dari fase grup.

"Saya tidak banyak tahu tentang Basaksehir. Kami mengenal Paris dari semi-final turnamen di Lisbon," katanya. "Yang saya ketahui dari Manchester United sejauh ini: terkadang mereka kelas dunia, tapi di lain waktu mereka biasa-biasa saja. Kami tidak perlu takut."

Angelino, 23, memulai karier profesionalnya di Manchester City pada 2014 usai bergabung dari Deportivo La Coruna setahun sebelumnya. Ia sempat dipinjamkan ke New York City FC, Girona, Mallorca dan NAC Breda sebelum dijual ke PSV pada musim panas 2018, tetapi City mengaktifkan klausul pembelian kembali dalam kontraknya setahun berselang.

Ia membuat 12 penampilan untuk City di bawah Pep Guardiola sebelum dilepas ke Leipzig, dan sejak saat itu mendapat kesempatan untuk lebih sering bermain bersama pasukan Julien Nagelsmann.

Angelino mengatakan ada kesamaan di antara kedua manajer tersebut dan bagaimana kini ia menjalani peran penting di Red Bull Arena: "Mereka sangat peduli dengan sepakbola, tahu banyak hal, selalu berpikir proaktif dan selalu memiliki ide-ide baru."

"Kami telah saling mengenal sejauh ini [saya dan Nagelsmann] dan telah berhubungan sebelumnya, ketika ia masih menjadi pelatih Hoffenheim. Pelatih mempercayai saya."

"Saya bisa merasakan itu dan membayarnya dengan performa di lapangan dan gaya permainannya sama persis dengan kualitas saya."

Iklan
0