Pelatih anyar Persipura Jayapura Angel Alfredo Vera menilai kemenangan 2-1 atas TIRA Persikabo, Senin (22/11) sore WIB, sangat krusial bagi Mutiara Hitam dalam upaya mereka lepas dari zona dergadasi klasemen sementara Liga 1 2021/22.
Kemenangan atas TIRA Persikabo membuat Persipura memutus rantai enam kekalahan beruntun. Kendati demikian, Persipura tetap berada di zona degradasi, atau peringkat 17 klasemen sementara dengan nilai delapan. Persipura kini terpaut tiga angka dengan Madura United yang berada di posisi terbawah zona aman.
Vera menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemain yang telah bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan. Vera pun berharap raihan positif terus didapat anak asuhnya.
“Kami mendapatkan tiga poin yang memang krusial bagi kami untuk bisa keluar dari zona degradasi. Itu fokus kami sekarang. Jadi kemenangan ini sangat penting,” ujar pelatih asal Argentina tersebut.
Vera mengakui tidak mudah memperoleh kemenangan di laga ini, mengingat ia belum lama berkumpul bersama pemain. Meski diakui tidak sulit untuk memahami karakter pemain, Persipura masih membutuhkan waktu supaya anak asuhnya mengerti skema permainan yang diinginkan.
“Awalnya kami kesulitan, tapi perlahan kami menguasai jalannya pertandingan, dan akhirnya kami bisa mencetak dua gol. Pemain yang bekerja keras selama pertandingan,” imbuh Vera.
“Kami baru satu kali latihan. Apa yang kami lakukan mereka mengerti, dan menjalaninya. Alasan utama mungkin saya pernah di Persipura, saya tahu kendalanya seperti apa. Ke depannya masih bisa kami samakan. Saya juga berusaha bantu tim di kompetisi, karena itu saya kembali.”
Sementara itu, kekalahan dari Persipura membuat pelatih Igor Kriushenko berada dalam tekanan. Fans TIRA Persikabo mendesak manajemen agar mendepak Kriushenko dari kursi pelatih. Pasalnya, The Army melalui enam laga beruntun dengan dua imbang dan empat kekalahan.
“Saya minta maaf kepada Kabomania atas hasil yang kurang memuaskan ini. Saya tidak banyak komentar terkait gim ini. Kesalahan kecil itu masih tetap terjadi, entah mengapa,” ungkap Kriushenko.
“Pastinya saya akan menonton bagaimana kami bermain. Salah satu dari kesalahan itu adalah passing sederhana yang seharusnya akurasinya lebih baik lagi. Saya juga bingung kenapa kesalahan ini selalu berulang-ulang, padahal selalu diperbaiki.”
