Suatu masa, trio penyerang elite Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar membawa Barcelona ke puncak sepakbola, memenangkan Liga Champions pada 2015.
Namun, enam tahun setelah itu, kondisi psikologis klub dalam aspek sepakbola telah terpuruk dan jatuh ke penurunan yang dalam.
Membuang keunggulan tiga gol melawan AS Roma dan Liverpool dalam dua musim beruntun diikuti oleh kekalahan memalukan 8-2 yang terkenal dari Bayern Munich pada 2020, menandakan bahwa periode keemasan Barca sudah selesai.
Rentetan kekalahan tersebut merusak kepercayaan diri dan keyakinan tim, dan juga menciptakan kekacauan di luar lapangan.
Bak lingkaran setan; mungkin Barca tidak akan kolaps lawan Liverpool jika mereka belajar dari kegagalan lawan Roma semusim sebelumnya.
Musim lalu, dalam masa transisi, mereka tersingkir oleh Paris Saint-Germain, meski pun Blaugrana berjuang sampai titik darah terakhir di Prancis kendati kalah telak 4-1 di Camp Nou dari Kylian Mbappe dan rekan-rekannya.
Para tunas muda, bagaimana pun, mulai mengisi kekosongan ruang yang ditinggalkan oleh Luis Suarez, Ivan Rakitic, Arturo Vidal dan beberapa lainnya. Musim panas ini, dengan kepergian Lionel Messi dan Antoine Griezmann, bersama dengan pemain yang tidak dibutuhkan seperti Junior Firpo dan Miralem Pjanic, menandai klub telah benar-benar memulai era yang baru.
Skuad Barcelona sekarang penuh dengan banyak bakat muda menjanjikan, dengan jiwa dan semangat tim di tangan mereka. Frenkie de Jong, Pedri dan Memphis Depay adalah pemimpin baru. Pemenang NXGN Ansu Fati dapat bergabung dengan mereka, setelah sembuh total dari cedera, karena cukup berani untuk mengambil jersey No.10 peninggalan Messi.
Getty/Goal"Ada pemain yang akan lebih bebas [setelah Messi]," kata pelatih Bayern, Julian Nagelsmann yang tetap mewaspadai ancaman Barca jelang duel di Camp Nou, Rabu (15/9).
Para pemain ini tidak ternoda oleh kekalahan melawan Roma dan Liverpool, sementara kapten klub akan tetap berada di sana untuk memberikan kepemimpinan dan bimbingan. Gerard Pique, Jordi Alba dan Sergio Busquets, tiga dari empat senior, telah iklhas menerima pemotongan gaji demi menyelamatkan klub dari krisis finansial hebat. Kapten keempat, Sergi Roberto, siap untuk menandatangani kontrak baru, juga dengan gaji yang lebih rendah.
Kuartet, yang semuanya asli Catalunya, tidak seperti mereka yang telah pergi, tetap bertahan di klub karena mereka tahu dan mencintai klub.
Koeman, sementara itu, tetap memimpin tim karena kinerja bagusnya dengan para pemain muda musim lalu, termasuk mempercayai Ronald Araujo dan Oscar Mingueza, kendati presiden Joan Laporta sempat ragu untuk mempertahankan sang pelatih. Laporta telah meminta semua pihak yang ada di klub untuk bergerak ke ke arah yang sama setelah mengalami situasi yang sulit pada musim panas ini, dan hasil positif dari duel lawan Bayern akan meringankan beban klub ke depannya.
Semua itu berarti bahwa kunjungan Bayern ke Camp Nou menghadirkan peluang penting bagi tim Barca yang diremajakan ini untuk membuat penanda mereka. Bukan karena mereka bakal mampu memenangkan kompetisi atau meraih hasil hebat semacamnya, namun sebaliknya kini mereka bisa bersaing dengan klub-klub raksasa lainnya tanpa beban.
Depay telah menunjukkan hal ini, mulai bekerja keras dan menjalankan peran penting sebagai kreator tim di era pasca-Messi. Mengambil risiko dan mencetak gol, pemain asal Belanda itu telah tiba di Catalunya dalam keadaan anggun.
Getty/GoalBergantung pada kebugaran Pique, Barcelona mungkin hanya memiliki tiga pemain yang bermain sebagai starter melawan Bayern di Lisbon setahun lalu, yakni Marc-Andre ter Stegen, De Jong dan Alba. Ter Stegen sendiri siap untuk membuka lembaran baru, berharap bisa melupakan penurunan performanya dampak cedera lutut yang sudah terselesaikan dengan proses operasi pada akhir musim lalu.
Bayern, yang memenangkan kompetisi pada 2020, berhak menyandang status sebagai favorit dalam duel pembuka fase grup Liga Champions meski mereka berlaga di Camp Nou dan harus bermain di hadapan 40.000 suporter tuan rumah, angka yang akan menjadi jumlah penonton terbanyak Barcelona sejauh musim ini berjalan.
Jika skor 8-2 menandai akhir dari siklus terakhir Barca, pertandingan ini sebenarnya datang terlalu dini untuk generasi baru yang diharapkan untuk mencatatkan hasil positif. Tapi bermain tanpa beban malah bisa merepotkan pasukan Nagelsmann.
Bayern adalah salah satu dari empat tim terbaik di Liga Champions, bersama dengan juara bertahan Chelsea, runner-up musim lalu Manchester City dan PSG yang bertabur bintang.
Di sisi lain, apakah pertahanan Barcelona yang lemah dapat mengatasi eksplosivitas lini depan Bayern yang dihuni Robert Lewandowski, Jamal Musiala, Leroy Sane, Serge Gnabry dan sebagainya, adalah cerita lain.
Tapi setidaknya, sekarang Barcelona tengah memulai lembaran kisah yang baru.


