Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Kay TejanVERSUZ

Diterjemahkan oleh

Aneh: Kay Tejan dikenai denda yang sangat besar setelah kehilangan putranya

Kay Tejan menceritakan kisah yang mengejutkan dalam podcast VERSUZ mengenai masa-masa ia bermain di Sheriff Tiraspol. Penyerang Telstar saat ini mengungkapkan bahwa ia dikenai denda sebesar 5.000 euro di Moldova setelah ia memilih untuk memprioritaskan keluarganya daripada sepak bola akibat situasi pribadi yang tragis.

Tejan bermain pada musim 2022/23 sebagai pemain pinjaman untuk Sheriff Tiraspol, yang meminjamnya sementara dari TOP Oss. Klub Moldova tersebut berpartisipasi di Liga Europa pada musim itu, namun Tejan tidak didaftarkan untuk turnamen tersebut akibat situasi pribadinya.

Dalam podcast tersebut, Tejan bercerita secara terbuka tentang masa sulit yang ia alami saat itu. “Pacarku saat itu sedang hamil. Bayi itu lahir dalam keadaan meninggal di dalam kandungan,” kata penyerang Telstar berusia 29 tahun itu.

Tejan dihadapkan pada pilihan yang sulit pada masa itu: “Pilihannya adalah tetap di skuad atau memilih keluarga saya. Saya memilih keluarga saya,” kata penyerang tersebut.

Keputusan itu berdampak besar pada masa depannya di Sheriff. Tejan tidak didaftarkan dalam skuad Liga Europa klub Moldova tersebut dan bahkan dikenakan denda finansial yang besar. “Saya didenda 5.000 euro.” Jelle Kusters bereaksi dengan tak percaya dalam podcast tersebut terhadap cerita Tejan: “Apa-apaan sih perilaku seperti itu?” kata reporter Voetbalzone tersebut.

Akibat situasi yang menyedihkan ini, Tejan juga kehilangan momen puncak dalam kariernya. “Seandainya tidak begitu, saya pasti sudah bermain melawan Cristiano Ronaldo musim itu.” Bintang top asal Portugal itu saat itu bermain untuk Manchester United dan mencetak gol dalam pertandingan yang dimenangkan 3-0 melawan Sheriff.

Secara keseluruhan, petualangan Tejan di Sheriff berakhir dengan kekecewaan. “Saat itu terjadi, masa kontrakku tinggal satu bulan lagi.” Sheriff ingin merekrutnya secara permanen dari TOP Oss, tetapi ia menolak tawaran itu. “Sejak saat itu, aku ingin menghentikan semuanya. Aku sudah benar-benar muak.”



Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google