Denmark menjadi tim kuda hitam selama gelaran Euro 2020 ini dengan mereka mampu melajut hingga semi-final. Pada empat besar nanti, Tim Dinamit bakal menghadapi Inggris di Wembley, Kamis (8/7) dini hari WIB.
Di atas kertas, Inggris lebih dijagokan bisa mengandaskan laju Denmark yang memang tak terduga pada Euro ini. Namun, bek tengah Denmark Andreas Christensen menegaskan, bahwa tim punya keyakinan tinggi untuk laga ini.
"Saya merasa kami memiliki kualitas untuk bermain melawan semua tim. Sebagai sebuah tim, saya tidak akan mengatakan mereka jauh lebih baik. Wembley adalah stadion untuk pertandingan besar. Saya memiliki kenangan baik dan buruk dari sana," ucap Christensen.
Stoper milik Chelsea itu mewaspadai bagaimana pergerakan striker andalan Three Lions, Harry Kane, yang juga kapten dari timnas Inggris. Christensen mengakui kualitas dari Kane, tapi sudah mengenal betul karakter dari Kane.
GettyKeberadaan Pierre-Emile Højbjerg menjadi keuntungan tersendiri bagi Denmark, karena ia merupakan rekan satu tim Kane di Tottenham Hotspur. Christiensen cukup percaya diri bahwa Denmark bisa mengatasi lini serang Inggris.
“Kami tahu kualitasnya, dan semua orang punya ide tentang apa yang bisa kami lakukan untuk menghentikannya," beber Christensen.
“Pierre-Emile juga mengenalnya dan mungkin dia bisa berbagi beberapa hal. Semua pemain memiliki kebiasaan mereka dan kami harus memanfaatkannya. Dia bagus dengan kakinya dan dia adalah salah satu finisher terbaik di sepakbola."
"Saya banyak bereaksi berdasarkan insting. Dia sangat besar, jadi sulit untuk berduel dengan dirinya, tetapi dia juga memiliki kualitas yang hebat dengan kakinya, jadi Anda juga tidak boleh terlalu dekat."
Rekor pertemuan Denmark dan Inggris
Inggris memang inferior secara total pertemuan kontra Denmark, tapi belum lama ini mereka juga pernah kalah di tangan Denmark. Pada Oktober 2020, Denmark mampu menang tipis atas Inggris, dengan skor 1-0.
“Kami dapat menggunakan pertemuan itu [ketika Denmark mengalahkan Inggris pada bulan Oktober] untuk membuat kami percaya bahwa itu mungkin [untuk mengalahkan mereka]. Mereka memiliki banyak dukungan tetapi juga banyak tekanan pada mereka," tegas Christensen.
(C)Getty Images



