Inter Milan akan memakai pita hitam saat menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan leg pertama 16 Besar Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (21/2) dini hari WIB.
Kebijakan ini diambil menyusul meninggalnya salah satu legendaris Inter, Andreas Brehme, di usia 63 tahun, Selasa (20/2), akibat serangan jantung. Brehme merupakan satu dari trio Jerman yang memberikan kesuksesan buat Inter bersama Lothar Mattheus dan Juergen Klinsmann.
Selama memperkuat Inter dari 1988 hingga 1992 di posisi fullback kiri, Brehme tampil di 154 pertandingan, mencetak 12 gol, memenangkan masing-masing satu Scudetto, Piala UEFA, dan Supercoppa.
Beberapa jam sebelum dikabarkan meninggal dunia, Brehme masih sempat mengunggah jersi Inter bernomor punggung 3 yang pernah dia pakai kala memperkuat Nerazzurri. Bahkan dalam unggahan tersebut Brehme sangat antusias menyambut pertandingan Inter melawan Atletico.
“FC Internazionale Milano dan seluruh keluarga besar menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Andreas Brehme, dan duka cita mendalam kepada keluarga,” demikian pernyataan Inter di laman resmi klub.
“Sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang, Nerazzurri akan memakai pita hitam dalam pertandingan melawan Atletico Madrid.”
Kepergian Brehme juga memukul Giuseppe Bergomi. Bersama Brehme, mantan kapten Inter itu memperkokoh barisan belakang tim. Menurut Bergomi, Brehme sering menanyakan perkembangan di Inter.
“Dia tentu saja adalah pemain asing yang memiliki hubungan paling kuat dan bertahan lama dengan saya. Dia masih sangat terikat dengan tim, dengan warna Nerazzurri,” ucap Bergomi.
Brehme juga menjadi penentu keberhasilan Jerman menjadi juara Piala Dunia 1990 di Italia setelah tendangan penaltinya menjebol gawang Argentina. Keberhasilan itu sekaligus menjadi ajang pembalasan setelah empat tahun sebelumnya Jerman dikalahkan Argentina 3-2 di Meksiko.
“Saya sangat terkejut. Saya akan sangat merindukan Andy sebagai pesepakbola dan teman. Ini menjadi masa berkabung bagi persepakbolaan Jerman, terutama kami yang menjadi bagian juara dunia 1990,” ujar Pierre Littbarski dikutip laman rbb24.




