Andrea Pirlo mengatakan dirinya tertarik menangani klub Major League Soccer (MLS) suatu saat nanti karena ia ingin mengambil pelajaran selama waktunya di Juventus dan menerapkannya pada pekerjaan berikutnya.
Pirlo hanya melatih Bianconeri selama satu musim sebelum dilepas pada musim panas ini untuk memberi ruang bagi Massimiliano Allegri untuk kembali.
Pirlo hanya mendampingi Juventus dalam 52 pertandingan, dengan klub gagal memenangkan Serie A Italia dan hanya nyaris lolos ke Liga Champions.
Pirlo mengakui dirinya kini menantikan petualangan berikutnya, dan MLS menjadi salah tempat yang ingin dikunjunginya.
Mantan bintang Italia itu pernah menghabiskan waktu tiga musim dengan bermain untuk New York City FC.
"Saya tidak mengesampingkan apa pun," ujar Pirlo kepada The Athletic ketika ditanya tentang MLS.
"Itu adalah liga yang hebat. Saya melihat banyak pelatih datang ke MLS dari negara-negara lain. Saya cukup beruntung bisa bermain di sana."
"Anda melihat apa yang dilakukan USMNT di Piala Emas, jadi saya akan mengatakan bahwa permainan Amerika sedang berlangsung. Banyak orang Amerika yang sekarang bermain untuk klub-klub terbaik di suni - Juve, Barcelona, Chelsea. Jika mereka bermain di level itu, itu menunjukkan potensi mereka."
Meski sudah meninggalkan MLS pada 2017 ketika pensiun, Pirlo mengatakan dirinya masih memantau apa yang terjadi di MLS dan sepakbola Amerika secara umum.
"Saya tidak menonton semua pertandingan, tapi saya menyaksikan ketika bisa," ujar Pirlo lagi.
"Saya tahu ini sangat panas sepanjang tahun. Saya ingat bermain di cuaca panas itu. Sulit bagi pemain untuk mempertahankan intensitas tinggi saat cuaca sepanas itu."
"Saya menonton semua tim. Saya suka New York - saya punya tempat di sana sebelum saya pergi - tapi saya suka segala sesuatu tentang MLS. Saya sangat menikmati waktu saya di sana. Saya bergaul secara baik dengan klub, rekan-rekan tim saya, dan pelatih-pelatih yang saya miliki."
"Itu adalah pengalaman hidup yang hebat, pengalaman sepakbola yang hebat juga. Dua anak saya lahir di Amerika, jadi itu adalah sesuatu yang akan selalu kami bawa. Itu seperti rumah bagi mereka, bagian dari hidup kami. Mereka adalah orang-orang Amerika."


