Penjaga gawang Andre Onana mengaku hanya bisa pasrah mendapat kritikan setelah lebih memilih mengedepankan kepentingan Manchester United dibandingkan Kamerun yang sedang bertarung di Piala Afrika 2023.
Onana masuk ke dalam skuad Kamerun untuk Piala Afrika. Berbeda dibandingkan rekan-rekannya, Onana terlambat bergabung dengan tim, karena membela United saat menghadapi Tottenham Hotspur, Minggu (14/1).
Jadwal pertandingan itu hanya berselang satu hari dengan laga perdana Kamerun di Piala Afrika kala menghadapi Guinea, Senin (15/1). Onana pun langsung terbang ke Pantai Gading beberapa saat selepas duel melawan Tottenham.
Namun setelah pesawat carteran yang digunakan Onana tidak bisa mendarat Yamoussoukro, karena cuaca buruk, penerbangan dialihkan ke Abidjan yang berjarak 241 kilometer. Buntutnya, Onana pun menempuh jalur darat selama tiga jam supaya tiba di Yamoussoukro. Total perjalanan yang ditempuh Onana pun mencapai 16 jam.
Kendati demikian, nama Onana akhirnya tidak masuk ke dalam daftar susunan pemain, karena tiba beberapa jam sebelum kick-off. Onana pun merasa frustrasi setelah tempat dia diambil sepupunya, Fabrice Ondoa.
“Banyak yang ingin saya katakan tetapi saya tidak akan mengatakannya di sini karena kami sedang berkompetisi,” kata Onana kepada Canal Plus dikutip laman Manchester Evening News.
“Biarlah saya terus dikritik, karena saya sudah terbiasa. Saya melakukan apa yang baik untuk negara saya. Ini seperti memilih antara ayah dan ibu, tapi negara saya yang diutamakan; itu sebabnya saya di sini. Kita bersama. Kami di sini untuk memenangkan [turnamen].”
Keputusan Onana yang lebih mementingkan United dibandingkan Kamerun memang mengundang kritikan dan hujatan. Mantan penggawa Tottenham Sebastien Bassong telah bersikap tidak menghormati negaranya.
“Ini tidak baik bagi kedua belah pihak. Sangat tidak masuk akal bagi Onana untuk mempertimbangkannya. Ini seperti mengirim pesan buruk, tidak hanya untuk Kamerun, tapi juga rasa hormat masyarakat terhadap Piala Afrika, dan cara mereka memperlakukan kita, kesetaraan,” cetus Bassong kepada BBC World Service.
“Saya suka Andre, saya akan selalu mendukungnya ketika saya harus melakukannya. Tetapi ketika hal seperti ini terjadi, bangsa, kebanggaan negara, dan benua berada jauh di atas individu. Bagi saya, dia harus tinggal di rumah, dan dihukum.”
