Pep Guardiola Brahim Diaz Man City AC Milan GFXGetty/Goal

Andai Tetap Di Real Madrid, Brahim Diaz Mungkin Lebih Jago Main Fortnite & Tidak Sebagus Di AC Milan

Setelah Brahim Diaz membuat terobosan dalam kemenangan pekan lalu atas Venezia, fans AC Milan di San Siro melakukan sedikit modifikasi pada nyanyian yang sebelumnya diperuntukkan bagi legenda klub Kaka.

"Kami datang ke sini untuk melihat Brahim cetak gol!" mereka bernyanyi dengan gembira. Mereka juga sudah menunggu cukup lama. Diaz tidak mencetak gol dalam 16 pertandingan Serie A sebelumnya di San Siro.

Jadi, ketika Diaz mengakhiri pergerakan tim yang bagus dengan mengonversi umpan silang cerdas dari Theo Hernandez, stadion meledak, dan bukan hanya karena tendangan pemain Spanyol itu sukses memecah kerasnya pertahanan Venezia saat laga menyisakan 23 menit.

Diaz kembali melakukannya akhir pekan ini, mencetak gol kemenangan tandang di Spezia hanya beberapa menit setelah masuk dari bangku cadangan sebelum merayakannya dengan gembira di hadapan tifosi.

Fans Milan benar-benar menyukai pemain berusia 22 tahun tersebut musim ini, dan itu tidaklah mengejutkan.

Mungkin kecintaan mereka lahir dari ekspektasi mereka untuk melihat Diaz bisa membuktikan bisa menjadi pengganti yang sepadan untuk jersey  No.10 yang dikenakan pendahulunya, Hakan Calhanoglu. Namun, ada juga peningkatan nyata dalam permainan Diaz musim ini.

Ia secara sporadis juga tampil mengesankan musim lalu, setelah tiba dengan status pinjaman dari Real Madrid, namun tidak dapat disangkal bahwa prioritas Milan adalah mempertahankan Hakan, yang telah memainkan peran besar dalam kebangkitan Rossoneri setelah ditempatkan sebagai trequartista oleh pelatih Stefano Pioli.

Yang terjadi malah fans muak dengan Calhanoglu, karena pemain asal Turki itu menolak untuk memperpanjang kontrak dan malah pindah secara gratis ke rival sekota, Inter Milan.

Brahim Diaz Hakan Calhanoglu AC Milan Serie A 2020-21 GFXGetty/Goal

Calhanoglu sekarang masih harus membuktikan diri sebagai rekrutan cerdas lainnya oleh CEO Inter, Beppe Marotta, tetapi kepercayaan Milan pada Diaz juga membuahkan hasil.

Setelah jelas bahwa mereka membutuhkan No.10 yang baru, Pioli meminta agar Diaz direkrut kembali dan Milan berhasil menyetujui kesepakatan pinjaman dua tahun dengan biaya €3 juta dari Madrid. Sang pemain tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Diaz berhasil mencetak tujuh gol di semua kompetisi musim lalu; musim ini sudah empat gol dicatatkan atas namanya, termasuk dalam kemenangan di Sampdoria, menyamakan kedudukan dalam kekalahan 3-2 di Liga Champions di Liverpool dan tap-in pada akhir pekan kemarin yang membuahkan tiga poin di Spezia.

Ia jelas masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Diaz sebelumnya memiliki masalah inkonsistensi, pun demikian dengan penyelesaian akhir yang perlu ditingkatkan. Misalnya, ia menyia-nyiakan satu peluang emas sebelum membuka skor melawan Venezia tengah pekan lalu.

Namun, talentanya nyata. Selalu begitu adanya. Kita berbicara tentang pemain yang diperkenalkan oleh Pep Guardiola di Camp Nou pada 2011, begitu tertariknya sang pelatih Barcelona saat itu untuk merekrut produk akademi Malaga tersebut.

Ketika Guardiola pindah ke Manchester City, kebetulan Diaz juga ada di sana setelah dikontrak pada usia 14 tahun pada 2016, pelatih asal Catalunya itu memberikan debut profesionalnya kepada gelandang serang dalam pertandingan Piala Liga melawan Swansea City.

Keberadaannya sangat diapresasi di Etihad Stadium kala itu, dengan mantan rekan setimnya di tim junior, Edward Francis mengatakan kepada Goal: "Di Liga Primer, kita dapat membandingkannya dengan Eden Hazard, tetapi ia agak mirip [Lionel] Messi dalam caranya menggiring bola."

Guardiola sangat kecewa ketika Diaz menolak kontrak baru dan lebih menerima transfer £15 juta ke Madrid pada 2019.

Diaz diboyong ke ibu kota Spanyol dengan janji akan mendapat kesempatan bermain di skuad utama, namun faktanya ia tidak mendapat kesempatan sebanyak yang ia inginkan, dan hanya mencetak dua gol dalam 21 penampilan di semua kompetisi selama dua musim.

Brahim Diaz AC Milan Serie A 2021-22 GFXGetty/Goal

Pada akhirnya, ia mungkin akan lebih sering bermain Fortnite ketimbang sepakbola di Madrid.

"Real tidak memberinya ruang yang dibutuhkan dan, di atas segalanya, kepercayaan yang ia butuhkan," kata agen Diaz, Pedro Gonzalez, kepada Tuttomercatoweb tahun lalu. "Ia pemain muda dan perlu terus menerus bermain agar bisa mengeluarkan potensi terbaiknya."

Diaz tampil jauh lebih teratur di San Siro, membuat 15 penampilan sebagai starter hanya di Serie A saja musim lalu, mencetak empat gol dan tiga assist dalam prosesnya. Kepergian Calhanoglu semakin membuka ruang baginya untuk menjadi andalan klub dan terus bermain reguler di posisi aslinya.

"Tahun lalu, kami memainkannya seperti seorang gelandang," kata Pioli kepada Sky Sport Italia pekan lalu. "Brahim adalah gelandang serang murni. Ia adalah anak laki-laki dengan kepercayaan besar pada kemampuannya sendiri, tetapi ia hanya memubutuhkan waktu untuk lebih matang."

Memang, penantiannya mungkin kini menjadi berkah tersembunyi bagi Diaz.

Mungkin butuh waktu lebih lama dari yang ia harapkan, namun sekarang ia masuk ke jajaran trequartista di klub top Eropa dan menikmati perannya. Dan kini fans Milan bakal menantikan aksi lainnya saat menjamu Liverpool di San Siro dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (29/9) dini hari WIB.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0