Carlo Ancelotti, pelatih tim nasional Brasil, memberikan kejutan tak terduga dengan mengumumkan bahwa pemain sayap Raphinha telah pulih dari cedera dan siap diturunkan dalam pertandingan melawan Norwegia yang dijadwalkan besok, Minggu, di Stadion "MetLife" di New Jersey, dalam rangkaian kompetisi Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers yang digelar di Stadion MetLife, pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa Raphinha telah melewati fase kritis dari cederanya dan kini siap diturunkan selama beberapa menit jika diperlukan, sambil mengatakan: "Rafinha telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tentu saja dia belum mencapai kondisi fisik penuh, tetapi dia siap bermain selama beberapa menit dan memberikan kontribusi berharga bagi tim."
Ia menambahkan: “Kami sangat senang dengan pemulihannya karena prosesnya berjalan lancar dan cepat. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi tim.”
Rafinha mengalami cedera pada 21 Juni saat Brasil menghadapi Haiti (3-0) di pertandingan kedua babak penyisihan grup, di mana hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya robekan tingkat pertama pada tendon lutut kanannya.
Pemain tersebut menjalani program terapi intensif yang mencakup 3 sesi sehari di bawah pengawasan tim medis tim nasional, yang memungkinkannya pulih dalam waktu rekor.
Untuk menghemat waktu, Raphinha tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan tim nasional berikutnya di Miami dan Houston; ia melanjutkan program rehabilitasinya di markas tim nasional di New York, sehingga hanya absen dalam dua pertandingan sebelum bergabung kembali dalam latihan bersama minggu ini.
Rekan setimnya, Bruno Guimarães, menegaskan dalam konferensi pers yang sama: “Rafinha baik-baik saja, dia sudah berlatih bersama kami dan ingin bermain. Keputusan sekarang ada di tangan pelatih.”
Rafinha diperkirakan akan bersaing memperebutkan posisinya di susunan pemain dengan Neymar Jr. dan Endrick, mengingat banyaknya pilihan penyerang yang dimiliki Ancelotti, yang mengatakan: "Kami beruntung memiliki pemain cadangan yang siap. Laga terakhir melawan Jepang adalah contoh terbaik, di mana Martinelli masuk dan membuat perbedaan. Pertandingan tidak berakhir setelah 90 menit, dan bisa berlanjut ke babak tambahan."
Pelatih asal Italia itu juga memuji perkembangan taktis Vinícius Júnior, sambil menjelaskan: “Di Real Madrid, ia menunjukkan kemampuannya untuk memainkan berbagai peran, dan kami juga melihat hal itu di sini di Piala Dunia. Jika bermain di lini tengah, ia bisa mencetak gol, dan jika bermain di sayap, ia membuat perbedaan lewat umpan-umpannya.”
Ancelotti menegaskan bahwa Lucas Paquetá tidak akan tampil di sisa pertandingan turnamen ini karena cedera, sambil menyebutkan bahwa ia sedang mempertimbangkan dua opsi untuk menggantikannya, yaitu Danilo Santos dari Botafogo dan Gabriel Martinelli.
Pelatih asal Italia itu mengakhiri pernyataannya dengan menekankan betapa sulitnya pertandingan mendatang melawan Norwegia, namun ia tetap mempertahankan nada optimisnya dengan mengatakan: “Kami telah meningkat pesat, dan kami berada dalam posisi yang ideal untuk menampilkan yang terbaik. Kami telah menunjukkan kepada Jepang bahwa kami mampu menghadapi situasi apa pun, dan kami akan terus berjuang hingga akhir.”


