Atensi pencinta sepakbola Tanah Air sedang tertuju kepada pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong karena mengancam mundur. Namun, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak mau memberikan komentar terkait hal itu.
Jokowi lebih memilih untuk menunggu laporan dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. Ia ogah fokusnya terbagi dengan persoalan lain yang menyangkut sepakbola Indonesia.
TGIPF dibentuk atas perintah Jokowi untuk mengivestigasi tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10). Insiden nahas tersebut menewaskan 132 orang dan ratusan lainnya mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sejauh ini Polri sudah menetapkan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan. Satu di antaranya adalah direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.
“Akan dilaporkan oleh TGIPF, besok pagi kepada saya, baru besok pagi, jadi saya baru bisa menyampaikan besok siang,” kata Jokowi di Bandung, Kamis (13/10).
“Laporan dari TGIPF belum, jadi belum sampai ke mana-mana, jadi jangan sampai ke mana-mana dahulu, laporannya aja belum,” Jokowi menambahkan.
Sebelumnya, Tae-yong membuat pernyataan mengejutkan dalam akun Instagram miliknya, Rabu (12/10). Ia menyatakan akan angkat kaki bila ketua umum PSSI Mochamad Iriawan mundur dari jabatannya.
Sikap Tae-yong yang pasang badan dengan membela Iriawan membuat suara publik terbelah. Ada yang mau ia tetap bertahan, namun tak sedikit mempersilakannya pergi dari timnas Indonesia.
Desakan Iriawan mundur muncul semenjak tragedi Kanjuruhan. Sosok yang karib disapa Iwan Bule tersebut tak lagi pantas memimpin PSSI karena turut bertanggung jawab atas insiden nahas itu.
