Dali TahirIstimewa

Ancaman Komnas HAM Ke PSSI Bikin Eks Komite Etik FIFA Bingung

Ancaman Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membekukan PSSI bikin geleng-geleng kepala eks komite etik FIFA Dali Tahir. Menurutnya, tidak sepatutnya ada hal tersebut dilakukan karena bakal merugikan sepakbola Tanah Air.

Komnas HAM memberikan waktu tiga bulan agar dapat dilakukan perbaikan dalam tubuh PSSI. Jika tidak, seluruh aktivitas PSSI terancam dibekukan.

Keadaan tersebut karena imbas dari terjadinya tragedi Kanjuruhan. Insiden nahas itu menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya mengalami luka berat serta ringan.

Padahal, Dali menilai tragedi Kanjuruhan murni musibah, karena terjadi pada pekan ke-11 di pertandingan 97 Liga 1 2022/23, usai berakhirnya 2 x 45 menit. Penyebab insiden itu akibat kepanikan aparat keamanan dalam hal ini kepolisian saat menangani supporter Arema yang ingin menyampaikan simpatinya atas kekalahan yang diderita klub kesayangannya tersebut.

Insiden ini bisa saja terjadi lantaran penjaga pintu terkena gas air mata yang dilontarkan pihak keamanan, sehingga pintu 3, pintu 11 hingga 14 tidak bisa dibuka, alhasil menyebabkan ratusan korban jiwa.

"Saya terkejut sekaligus tertawa terpingkal-pingkal mendengar pernyataan dari Komnas HAM. Kok ada orang yang tak paham sepakbola, ngomong sepakbola. Mereka bahkan tidak mengetahui statuta itu apa dan bagaimana posisi PSSI," kata Dali.

Dali mengatakan Komnas HAM jangan asal memberikan ancaman kepada PSSI. Mereka perlu mempertimbangkan efek yang terjadi setelahnya.

PSSI berada di bawah naungan FIFA yang membuat luar tidak bisa melakukan intervensi termasuk pemerintah. Bila hal tersebut dilanggar maka Indonesia bisa terkena sanksi dari induk sepakbola dunia tersebut.

Kepahitan sanksi FIFA pernah dirasakan Indonesia pada 2015. Ketika itu, FIFA menjatuhkan hukuman karena pemerintah melakukan intervensi dalam kompetisi.

"Jangan sampai di zaman presiden Joko Widodo, dua kali kita disanksi FIFA," ucap pria berusia 75 tahun tersebut.

Iklan
0