Tim nasional Iran harus menghadapi pembatasan perjalanan yang luar biasa selama Piala Dunia. Menurut duta besar Iran di Meksiko, tim tersebut hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat untuk sementara waktu guna mengikuti pertandingan dan harus segera kembali setelah pertandingan usai.
Akibat ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, Iran memutuskan untuk tinggal di Meksiko selama seluruh Piala Dunia. Awalnya, tim berencana mengadakan kamp pelatihan di Arizona, namun rencana tersebut dibatalkan. Tim diperkirakan tiba di Meksiko pada hari Minggu.
Pembatasan perjalanan ini menciptakan situasi yang unik. Menurut duta besar Iran, para pemain dan staf diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat pada pagi hari di hari pertandingan, tetapi harus kembali ke Meksiko pada hari yang sama. Akibatnya, Iran tidak akan memiliki tempat tinggal tetap di wilayah Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
Selain tantangan logistik, delegasi Iran juga menghadapi ketidakpastian terkait visa yang diperlukan dalam beberapa pekan terakhir. Selama berbulan-bulan, tidak jelas apakah semua pemain dan staf akan mendapat izin untuk bepergian ke Amerika Serikat guna mengikuti pertandingan Piala Dunia.
Pada hari Jumat, terungkap bahwa semua pemain dari skuad Piala Dunia Iran kini telah memiliki visa yang sah. Dengan demikian, partisipasi skuad tersebut dalam pertandingan grup di Amerika Serikat terjamin.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi sebagian staf pendamping. Menurut kantor berita Iran Tasnim, dua belas anggota staf masih menunggu visa. Di antara mereka terdapat manajer tim, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan juru bicara tim.
Para staf yang bersangkutan akan berangkat bersama tim ke Tijuana pada hari Sabtu. Dari kota perbatasan Meksiko tersebut, mereka berharap dapat mengajukan permohonan kembali untuk mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Iran akan membuka Piala Dunia pada 15 Juni dengan pertandingan grup melawan Selandia Baru di Los Angeles. Selanjutnya, dijadwalkan pertandingan melawan Belgia pada 21 Juni, juga di Los Angeles, dan Mesir pada 26 Juni di Seattle.
