Berita Live Scores
Pemain Terlupakan

Amaury Bischoff, Rekrutan Paling Aneh Arsenal?

16.02 WIB 14/12/21
Amaury Bischoff Arsenal
Sang gelandang cuma bermain empat kali selama setahun di Emirates Stadium, tapi mengapa ia disebut sebagai rekrutan paling aneh?

Tidak biasanya jika seorang pemain dideskripsikan oleh situs resmi mantan klubnya sendiri sebagai "rekrutan paling aneh" mereka.

Namun hal tersebut benar-benar dilakukan oleh Arsenal ketika menjelaskan tentang siapa itu Amaury Bischoff.

Kiprah satu tahun sang gelandang di Emirates Stadium adalah keanehan yang merangkum proses transfer yang terjadi di Arsenal pertengahan era Arsene Wenger hingga akhir.

Bischoff, seorang gelandang bertahan yang memiliki keterampilan teknis yang baik untuk menghubungkan lini belakang dan depan serta menciptakan peluang, kini sudah tidak lagi menjadi bagian dari The Gunners.

Berusia 34 tahun, ia sekarang bermain untuk klub kasta kelima Prancis, bersama SR Colmar, klub dari desa tempat ia dilahirkan dan dengan senang hati menyatakan perasaannya ketika bergabung pada awal musim ini, menunggah di Instagram bahwa, "setelah 22 tahun dan lebih dari 300 pertandingan profesional, saya kembali ke kampung halaman saya di mana semuanya dimulai."

Punya latar belakang blasteran, ia memang pernah sekali bermain untuk tim nasional Portugal U-21 - di mana ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-1 atas Swiss - tetapi menghabiskan sebagian besar hari-harinya bermain di Jerman.

Bischoff bergabung dengan Werder Bremen pada usia 18 tahun dan memulai karier seniornya di sana, tampil impresif untuk tim cadangan dan masuk tim utama, sebelum cedera otot pangkal paha membuatnya absen hampir sepanjang musim 2007/08 lantaran ia harus menjalani dua operasi terpisah.

Itu membuat namanya tersisih dari tim senior, dan ia menolak tawaran kontrak baru untuk pergi dengan status bebas transfer.

Oleh karena itu, ada kejutan pada 1 Juli 2008, ketika ada pengumuman ia pindah ke Arsenal.

Wenger dilaporkan telah memantau Bischoff selama enam bulan, dan melihatnya sebagai pemain bagus penuh potensi yang cocok untuk masa depan klub, sebagai pengganti Mathieu Flamini yang hengkang.

Mereka bertemu dua kali di Paris untuk membahas kemungkinan transfer, dan sang gelandang akhirnya bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya dengan Werder Bremen berakhir.

Bischoff melakukan yang terbaik untuk membuat segalanya berjalan lancar baginya di Arsenal, mengatakan kepada GOAL pada 2019: "Saya rutin berada di tempat latihan dari Senin hingga Jumat, dan kemudian pada akhir pekan saya kembali ke Prancis, guna menenangkan pikiran saya."

"Selama seminggu saya bekerja dengan pelatih pribadi. Itu sangat sulit, tapi pemain seperti [Emmanuel] Adebayor, [Gael] Clichy dan [Bacary] Sagna sangat baik pada saya."

"Saya masih merasa seperti bagian dari skuad. [William] Gallas, [Kolo] Toure, [Robin] Van Persie, mereka semua adalah sosok yang luar biasa. Mereka berbicara dengan saya seperti saya adalah pemain normal pada umumnya, tidak peduli saya sedang cedera."

Namun, semuanya tidak berjalan mulus baginya, dan ia hanya membuat satu penampilan di Liga Primer Inggris - masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-64 dalam kemenangan 3-0 atas Portsmouth - bersama dengan tiga pertandingan lainnya sebagai cadangan di turnamen piala domestik.

Secara total, ia cuma memainkan 75 menit pertandingan bersama The Gunners dan ia dilepas secara cuma-cuma pada musim panas 2009.

"Wenger tidak bisa menjamin waktu bermain saya musim depan. Jadi kami memutuskan bersama bahwa yang terbaik adalah saya tidak memperpanjang kontrak," kata Bischoff kepada L'Equipe setelah kepergiannya dari klub.

Selanjutnya, Bischoff bermain di Portugal dan liga kasta bawah di Jerman, sebelum pulang ke Prancis.

Dan terlepas dari kiprahnya yang kurang memuaskan di London utara, sama sekali tidak ada kekecewaan mendalam yang dirasakannya semasa di Arsenal.

Ia mengunggah di Instagram setelah Wenger meninggalkan Arsenal pada 2018 lalu: "Terima kasih kepada Arsene Wenger yang memiliki kepercayaan pada saya ketika saya jatuh dan cedera, ia percaya pada saya dan saya tidak akan bisa berada di tempat saya hari ini tanpanya."

Bischoff tetap menjadi penggemar Arsenal, seperti yang ia katakan kepada GOAL pada 2017: "Saya mengikuti setiap pertandingan. Saya tertarik pada sepakbola secara umum, dan saya mengikuti setiap liga. Tapi tentu saja, Arsenal sedikit lebih penting bagi saya."

"Ketika saya datang ke Arsenal, saya cedera dan saya butuh dua bulan untuk kembali ke lapangan. Tapi rehabilitasi di sana sangat bagus, mereka melakukan segalanya untuk saya. Saya tidak mendapat tekanan dan itu diatur oleh Arsene Wenger seperti ini."

Menjelang akhir hari-hari bermainnya, Bischoff mungkin lebih dikenal di Preussen Munster atau Hansa Rostock daripada di Arsenal, tetapi untuk mereka yang senang menyimak kisah-kisah aneh dalam sepakbola, ia akan selalu memiliki status legendaris.