Penyerang Juventus, Alvaro Morata, menyebut musim rumit timnya kali ini adalah akibat dari kesalahan bersama.
Juve tengah berada dalam salah satu momen paling sulit. Tersingkir dari Liga Champions usai dikalahkan Porto dan terancam gagal meraih scudetto untuk kali kesepuluh secara beruntun.
Teraktual, Le Vecchia Signora dipermalukan Benevento dengan skor 1-0 pada giornata ke-28 Serie A di Stadion Allianz, akhir pekan lalu.
Di papan klasemen sementara, Juve menempati urutan ketiga dengan koleksi 55 poin dan terpaut hingga 10 poin dari sang pemuncak, Inter Milan.
Morata—yang telah mencetak tujuh gol dan sembilan assist di Serie A musim ini—mengatakan bahwa Juve gagal kehilangan fokus pada hal-hal mendetail.
“Ini adalah tahun yang rumit, detail kecil membuat kami tersingkir dari Liga Champions, seperti kesalahan pada kebobolan di menit pertama atau dalam menit tambahan, ketika penalti tidak diberikan,” ucap Morata kepada media Spanyol, El Larguero, Rabu (24/3).
“Itu salah semua orang di klub. Itu adalah detail kecil, jika saya mencetak gol [yang dianulir pada menit akhir], kami akan berada di perempat-final.”
“Kami melihat sisi positifnya, kami telah memenangkan Piala Super Italia dan kami masih memiliki final Coppa Italia untuk dimainkan [Mei mendatang].”
“Kompetisi domestik akan selalu sulit, setelah sembilan tahun sukses, ini adalah musim perubahan,” pungkasnya.
Adapun pada periode keduanya bersama Juve per musim ini, Morata sempat terjangkit cytomegalovirus alias virus yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada orang dengan kekebalan tubuh lemah. Gejalanya termasuk kesulitan bernapas, demam, letih, dan lesu.


