Alvaro Morata & Keluarganya Terima Ancaman Pembunuhan Setelah Spanyol Diimbangi Polandia

Alvaro Morata, SpainGetty

Striker Spanyol Alvaro Morata dihujani ancaman dan hinaan - termasuk ancaman untuk membunuh anaknya - setelah gagal mencetak gol di depan gawang terbuka kontra Polandia pada gelaran Euro 2020.

Penyerang Juventus itu gagal menyepak bola rebound setelah penalti Gerard Moreno meleset saat berlaga di Seville, dan harus berakhir 1-1 sehingga La Roja sempat terancam tak lolos ke babak 16 besar Piala Eropa.

Morata, yang baru saja memperbarui peminjamannya di Turin dari Atletico Madrid, berkata ia tidak bisa tidur setelah melawan Polandia karena para perundung, namun ia bertekad untuk terus bermain dan mempersembahkan gelar bagi negaranya.

Ia berbicara kepada stasiun radio Spanyol CadenaCOPE: "Saya tidak tidur selama sembilan jam setelah laga melawan Polandia. Saya menerima ancaman, hinaan kepada keluarga saya, berharap anak saya mati."

"Saya baik-baik saja, mungkin beberapa tahun lalu saya akan merasa kacau. Saya telah menghabiskan beberapa pekan terisolasi dari semuanya."

Morata, yang membuka keunggulan La Roja verus Polandia sebelum sundulan Robert Lewandowski menayamakan kedudukan, berkata bahwa ia menerima tekanan dan kritikan atas performanya, tapi beberapa orang di media sosial sudah keterlaluan.

"Saya mengerti saya dikritik karena tidak mencetak gol, tapi saya berharap orang-orang bisa menempatkan diri seperti apa rasanya menerima ancaman, melihat ada yang bilang bahwa anak Anda harusnya mati saja. Yang bikin saya kesal mereka mengatakan itu kepada istri dan anak saya. Mereka mengatakan segalanya."

Ditanya mengapa ia memilih mengomentari ancaman itu di depan publik, Morata menambahkan: "Saya berharap orang-orang bisa merasakan rasanya menjadi saya. Saya punya dua opsi: diam saja atau datang kemarin dan menjelaskan."

Setelah kesulitan di dua laga pertama, imbang versus Swedia dan Polandia, La Roja mengamuk dan melibas Slowakia lima gol tanpa balas untuk finis kedua di Grup E dan lolos ke babak gugur.

Mereka akan menghadapi Kroasia besok Senin (28/6) dan Morata mengharapkan laga berat: "Mereka berkelas. Brozovic, Modrid, dan Kovacic, ini akan menjadi laga yang sangat mengandalkan fisik dan kami wajib merapatkan semuanya."

Spanyol bisa menghadapi juara dunia Prancis di perempat-final, namun Morata berkata juara Eropa 2008 dan 2012 tak takut akan siapa pun.

"Menurut saya kami tidak di bawah Prancis atau Jerman. Banyak yang harus diperbaiki, tapi tidak masuk akal percaya kami lebih baik atau lebih buruk," lengkapnya.