Presiden Barcelona, Joan Laporta, dalam perjalanan pertamanya sejak mengalami gangguan irama jantung, tidak memberikan pernyataan apa pun sebelum santap siang bersama dewan direksi klub Elche, di mana Julian Alvarez dan Alejandro Balde menjadi pusat perhatian.
Joan Laporta berada di Elche memimpin delegasi klub Barcelona, yang akan menjalani laga pertamanya di Liga Spanyol musim 2026-2027 malam ini, di stadion tim Elche.
Surat kabar "Mundo Deportivo" menyebutkan bahwa presiden klub tersebut merupakan wakil paling menonjol dari Barcelona dalam santap siang dewan direksi, tetapi ia menahan diri untuk berkomentar saat tiba di restoran, meskipun bursa transfer menjadi bahan perbincangan hangat.
Laporta didampingi oleh wakil presiden bidang olahraga, Rafa Yuste, serta dua anggota dewan direksi yang baru, Jaume Santiveri dan Xavier Barnils, yang mendukung Joan selama kampanye pemilihan pada Maret dan mulai menjabat pada 1 Juli. Klub Elche dalam pertemuan tersebut diwakili oleh presiden Christian Bragarnik dan direktur umum klub, Pedro Lucio Chinoca.
Laporta, dalam perjalanan pertamanya sejak mengalami gangguan irama detak jantung ketika kembali dari Amerika Serikat untuk menyaksikan babak-babak akhir Piala Dunia, menolak memberikan pernyataan apa pun kepada media, meskipun banyak tokoh yang tertarik pada bursa transfer, baik dari dalam maupun luar tim. Sebagai contoh, Julian Alvarez, yang menjadi target utama Barcelona sejak akhir musim lalu untuk menggantikan Robert Lewandowski di posisi penyerang murni.
Terkait skuad Barcelona saat ini, nama Alejandro Balde adalah yang paling banyak diperbincangkan hari ini. Hansi Flick mencoret bek kiri asal Catalunya itu dari daftar tim untuk laga melawan Elche, yang meningkatkan kemungkinan kepergiannya setelah ia mengisyaratkan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar kemarin, di mana ia tidak menjelaskan nasibnya ataupun nasib Jules Kounde.
Pemain asal Prancis itu memang sudah masuk dalam daftar skuad Barcelona untuk laga pembuka liga, di mana tim tersebut berupaya meraih tiga poin pertamanya untuk mengawali perjalanan menuju gelar ketiga secara beruntun.
Pencapaian ini hanya pernah diraih bersama klub oleh Johan Cruyff, yang memenangkan empat gelar beruntun antara tahun 1991 dan 1994, serta Pep Guardiola, dengan tiga gelar antara tahun 2009 dan 2011.



