Penyerang asal Argentina, Julian Alvarez, kembali menjalani latihan bersama Atletico Madrid pekan ini, di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti masa depannya yang belum juga menemui kepastian.
Menurut surat kabar Spanyol "Sport", meski Alvarez telah menggelar pembicaraan pertama dengan pelatih Diego Simeone, sikapnya tidak berubah. Ia menilai bahwa masanya bersama tim Rojiblanco telah berakhir, dan bersikeras mencari jalan keluar pada musim panas ini, sementara Barcelona tetap menjadi tujuan impian yang ingin ia datangi.
Konflik yang berlangsung ini melampaui batas pernyataan yang dilontarkan sang pemain saat Piala Dunia, di mana Alvarez merasa kecewa terhadap sikap yang diambil Atletico Madrid, karena ia menyadari bahwa klub tidak menepati janji yang telah diberikan kepadanya beberapa bulan lalu, menurut orang-orang dekatnya.
Informasi yang beredar dalam beberapa pekan terakhir menyebutkan bahwa CEO Miguel Angel Gil Marin sempat menjanjikan pada bulan Februari untuk memuluskan kepergiannya jika ada tawaran yang bagus datang, di mana Barcelona menaruh 100 juta euro di atas meja, namun pihak Rojiblancos menolak untuk bernegosiasi.
Berdasarkan hal itu, sang penyerang memutuskan untuk mengambil langkah maju dan menyatakan keinginannya untuk pergi secara terbuka. Saat turnamen Piala Dunia, Alvarez menyatakan, "Yang terbaik bagi semua pihak adalah kepindahan," seraya menegaskan keinginannya untuk mewujudkan impiannya. Pernyataan itulah yang memicu reaksi tegas dari Gil Marin, yang menjelaskan bahwa Atletico Madrid tidak ingin melepas hak atas sang pemain.
Alvarez berbicara dengan Simeone
Sejumlah perkembangan menegaskan bahwa kembalinya sang pemain ke Madrid tidak mengubah kenyataan situasi, di mana Alvarez sudah menjelaskan sikapnya kepada pelatih Diego Simeone, sementara direktur teknik asal Argentina itu menyampaikan kepadanya bahwa ia memasukkannya ke dalam rencananya untuk musim ini.
Pembicaraan itu berlangsung ramah, namun kedua belah pihak tetap berpegang pada dua sikap yang berbeda, di mana sang penyerang ingin pergi sementara pelatih berharap dapat mengandalkannya.
Pada saat yang sama, Atletico Madrid secara terbuka mempertahankan sikap yang sangat jelas, di mana klub tidak berpikir untuk mengalah atau bernegosiasi soal kepergiannya, dan menilai bahwa pemain asal Argentina itu harus meminta maaf atas pernyataannya dan fokus pada pekerjaan. Bahkan, klub menghadirkan kasus Antoine Griezmann sebagai contoh bagaimana membangun kembali hubungan dengan para suporter.
Menurut jaringan "ESPN", dan berbeda dengan apa yang beredar dalam beberapa jam terakhir, sang penyerang tidak meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya dan tidak menyatakan penyesalannya kepada mereka atas pengumuman niatnya kepada pers, di mana sikapnya tetap teguh sebagaimana saat ia berbicara pada Piala Dunia.
Permintaan mendesak
Langkah berikutnya yang saat ini diupayakan oleh orang-orang dekat sang penyerang adalah duduk bersama Miguel Angel Gil Marin, di mana jaringan "TyC Sports" memberitakan permintaan mereka untuk menggelar pertemuan dengan CEO Atletico Madrid guna mencoba mengakhiri krisis yang berpotensi berlanjut hingga pekan-pekan terakhir bursa transfer.
Alvarez berupaya mengingatkan petinggi Rojiblanco itu akan janji yang ada sebelum konflik meletus secara terbuka menurut versinya, di mana sang pemain menilai bahwa ia telah menunaikan bagiannya, dan tidak memahami perubahan sikap Atletico Madrid saat ini.




