Alf-Inge Haaland, ayah dari Erling, menegaskan bahwa keputusan untuk pindah ke Manchester United bukanlah langkah yang bagus untuk sang anak.
Haaland menjelma sebagai salah satu striker paling produktif di dunia. Pemain berusia 20 tahun itu sudah mencetak 49 gol dalam 49 laga bareng Dortmund sejak didatangkan dari RB Salzburg senilai €20 juta pada bursa transfer musim dingin 2019/20.
Tak ayal, bomber asal Norwegia itu jadi rebutan klub-klub besar. Yang paling santer siapa lagi kalau bukan Manchester United.
“Manchester United telah meraih sukses besar dalam beberapa tahun terakhir,” ucap Alf-Inge, seperti dilansir dari Manchester Evening News, Minggu (28/3).
“Pihak klub juga mencoba membangun sesuatu yang baru di sana.”
“Tapi, kepindahan ke Man United tidak mudah membandingkan karena dia sudah bermain untuk Dortmund. Secara tradisi, keduanya adalah klub besar dengan basis suporter fanatik dan sejarah panjang.”
"Man United adalah klub yang sangat membanggakan, seperti halnya Dortmund di Jerman,” tambahnya.
Yang menarik, ada isu keluarga Haaland masih menyimpan dendam pada Man United. Soalnya pada 2001, Alf-Inge, yang kala itu membela Manchester City, pernah menjadi korban tekel brutal Roy Keane yang berimbas patah kaki dan pensiun dini.
Adapun Halaand terikat kontrak di Dortmund hingga 2024, tapi ia memiliki klausul pelepasan yang diyakini sebesar £55 juta dan mulai berlaku pada 2022.
Tapi, Die Borussen tentu bisa raup duit lebih banyak—yang diperkirakan bisa capai lebih dari £100 juta—jika menjual sang pemain pada musim panas mendatang.




