Alex Kroes mengkritik keras pemberitaan seputar Ajax, khususnya cerita-cerita yang melibatkan para pemain yang dipinjamkan. Menurut direktur teknis yang akan mengundurkan diri ini, yang akan menyerahkan tugasnya kepada Jordi Cruijff, gambaran yang digambarkan—misalnya mengenai hubungan antara klub dan para pemain pinjaman—terlalu negatif dan tidak akurat.
Kroes menyatakan bahwa pernyataan dari beberapa pemain yang dipinjamkan, yang mengklaim tidak memiliki kontak dengan Ajax, tidak benar. Ia menekankan bahwa komunikasi memang terjadi, meskipun tidak selalu sempurna. “Begitu banyak kebohongan kecil yang disebarkan dan ditulis,” kata direktur teknis Ajax yang akan mengundurkan diri
Pejabat tersebut menggambarkan bagaimana satu wawancara saja dapat dengan cepat menimbulkan dampak besar di dalam klub. “Lalu cerita seperti itu beredar di semua grup WhatsApp dan semua orang bertanya-tanya: bagaimana bisa?” jelasnya. Menurut Kroes, dalam kasus seperti itu ia dapat langsung membuktikan bahwa memang ada kontak dengan pemain yang bersangkutan.
Beberapa nama baru-baru ini menjadi sorotan, di antaranya Gerald Alders, Tristan Gooijer, Dies Janse, Nick Verschueren, dan Ahmetcan Kaplan. Mereka dikabarkan hampir tidak atau sama sekali tidak memiliki kontak dengan Ajax selama masa peminjaman mereka. Kroes membantah gambaran tersebut dan menyatakan bahwa hal itu digambarkan secara terlalu hitam-putih.
“Saya tidak mengatakan semuanya sempurna. Bisa lebih baik, mungkin memang harus lebih baik, itu saya akui jujur,” lanjutnya. “Tapi seburuk yang digambarkan sekarang, biasanya tidak seperti itu.”
Sehubungan dengan hal tersebut, Kroes menyoroti tren yang lebih luas seputar Ajax. Klub ini terus-menerus berada di bawah sorotan, sehingga setiap detail diperbesar. “Setiap hal kecil menjadi masalah besar, masalah yang negatif,” kata pejabat klub tersebut.
Terkait pembinaan pemain dan rekrutan baru, Kroes juga melihat bahwa kenyataannya berbeda dari yang sering digambarkan. Ia mencontohkan bahwa di internal klub memang ada orang-orang yang menangani pembinaan, pengembangan bahasa, dan akomodasi. “Tidak selalu berjalan sempurna, tetapi mereka benar-benar bekerja keras untuk mengatur hal ini dengan baik.”
Kroes berharap Ajax segera memasuki masa yang lebih tenang. “Di Ajax, situasinya tidak akan pernah sepi seperti di PSV dan Feyenoord, tetapi kebisingan yang terus-menerus ini tidak membantu Ajax maju dan membuat kami tidak selalu bisa memaksimalkan potensi kami.”


