Berita Pertandingan
Liga 1

Alasan Polisi Menetapkan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Sebagai Tersangka

00.12 WIB 07/10/22
Arema Kanjuruhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dasar penetapan tersangka terhadap direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita terkait tragedi Kanjuruhan.

Tragedi memilukan bagi persepakbolaan nasional maupun dunia itu terjadi selepas pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. Tragedi ini telah merengut 131 korban jiwa, serta ratusan lainnya mengalami luka-luka dan sesak nafas.

Di samping Akhmad, tersangka lainnya adalah ketua panitia pelaksana (Panpel) Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Kabagops Polres Malang Wahyu SS, anggota Brimob Polda Jatim Has Darman, serta Samaptha Polres Malang Bambang Sidik Ahmadi.

Listyo menyatakan, Akhmad bertanggung jawab memastikan semua stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Hanya saja, PT LIB menggunakan hasil verifikasi pada 2020.

“Berdasarkan hasil pendalaman hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), ditemukan PT LIB tidak melakukan verifikasi. Verifikasi terakhir dilakukan pada tahun 2020. Ada beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi, terutama terkait masalah keselamatan penonton. Di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi,” jelas Listyo.

Di lain sisi, Arema merupakan satu dari sembilan klub Indonesia yang mendapatkan AFC Club Licensing pada pertengahan Januari 2022. Arema sebelumnya sudah mendapatkan lisensi yang sama pada Oktober 2021.

Sedangkan delapan klub lainnya yang mendapatkan AFC Club Licensing pada 2022 adalah Bali United, Bhayangkara FC, Borneo FC, Madura United, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.

AFC Club Licensing Cycle selalu dilakukan di setiap tahun dengan melakukan verifikasi secara faktual. Ada lima aspek yang diverifikasi, yakni kriteria olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, legal, serta finansial.

Untuk kriteria infrastruktur, dasar yang menjadi penilaian adalah stadion yang disetujui untuk kompetisi AFC, sertifikasi keamanan stadion, rencana evakuasi stadion, fasilitas latihan, fasilitas pelatihan untuk pengembangan pemain, dan stadion yang sesuai aturan dasar FIFA.

Sementara itu, ketua umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, sudah mendengar penetapan Akhmad sebagai. Menurut Iriawan, pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian.