Direktur Perseru Serui Edward Norman, mengungkapkan alasan timnya memilih Stadion Gajayana, saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 2018. Partai tersebut bakal digelar, Kamis (17/5).
Untuk sementara Perseru harus pergi dari Stadion Marora. Mengingat, tempat tersebut sedang ditambah kualitas pencahayaan lampunya agar bisa melangsungkan laga malam hari selama bulan Ramadan.
Menurut Edward, salah satu faktor yang membuat Perseru berkandang di Stadion Gajayana, karena pada pekan selanjutnya berhadapan dengan PS TIRA. Mengingat, letak markas Abduh Lestaluhu dan kawan-kawan tidak terlampau jauh dari Malang.
Semenjak musim ini PS TIRA memutuskan berkandang di Stadion Sultan Agung, Bantul. Setelah pada musim lalu klub yang bermana PS TNI tersebut memakai Stadion Pakansari, Cibinong.
"Banyak pertimbangan kami memilih Stadion Gajayana, tentunya kita juga melihat laga away berikutnya melawan PS TIRA nanti," kata Edward dikutip dari Instagram resmi Perseru.
"Jarak Malang ke Bantul juga relatif dekat dan tidak memerlukan waktu yang panjang. Selain itu di Malang, adaptasi pemain cukup cepat karena kita sudah hampir 2 bulan TC [pemusatan latihan] di Malang," tambahnya.
Selain itu, Edward menyampaikan para pemain Perseru bakal menerima bonus asal bisa mendapatkan poin penuh dalam dua pertandingan tersebut. Upaya ini dilakukan agar anak asuhan I Putu Gede tersebut bisa menampilkan performa impresif.
"Harapannya kami dapat memperoleh poin maksimal di dua laga mendatang untuk mendongkrak ranking klasemen. Saya juga telah menyiapkan bonus lebih untuk tim jika bisa meraih poin maksimal sesuai yang kami harapkan," tuturnya.
