Karteker pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batola mengungkapkan alasan tidak memasukkan nama ujung tombak Patrich Wanggai ketika bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC pada matchday kedua Grup B turnamen pramusim Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (27/3) sore WIB.
Patrich memperlihatkan performa mengesankan saat mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di laga perdana, dan menyumbang satu gol. Selepas laga, Patrich menjadi sasaran rasisme di media sosial.
Syamsuddin mengatakan, alasan tim pelatih tidak menurunkan Patrich disebabkan sang pemain mengalami cedera, sehingga memasukkan sejumlah pemain muda. Selain Patrich, pemain lainnya yang tak diturunkan adalah gelandang M Arfan dengan alasan berbeda.
“Di awal kami pincang, karena memang masih menbutuhkan dia (Patrich), tetapi dia cedera, sehingga kami memakai para pemain muda. Tapi belum bisa sesuai dengan yang saya harapkan,” jelas Syamsuddin.
“Walau begitu, di satu sisi mereka (pemain muda) bisa menutupi kekurangan yang ditinggalkan Patrich, termasuk di gelandang Arfan tidak ada, karena dia sedang melangsungkan pernikahan.”
Terlepas dari absennya Patrich, Syamsuddin mensyukuri hasil imbang tersebut, mengingat anak asuhnya tertinggal lebih dulu di babak pertama. Menurut Syamsuddin, semangat pemain tetap tinggi untuk mengejar ketertinggalan.
“Alhamdulillah anak-anak menjalankan instruksi, dan sama-sama kerja keras. Kami memang tertinggal di babak pertama, tetapi saya yakin di babak kedua dapat berbuat banyak. Akhirnya di babak kedua kami menyamakan kedudukan,” ujar Syamsuddin.
“Saya lihat suatu kerja keras untuk laga berikutnya. Anak-anak bisa membuktikan bahwa semua bisa terjadi dengan bekerja keras dan bermain bagus.”
Syamsuddin juga memberikan pujian kepada Yakob Sayuri yang kembali mencetak gol di turnamen pramusim ini. Pada laga sebelumnya, Yakob juga mencetak gol ke gawang Persija.
“Yakob Sayuri memang pantas dipanggil ke timnas karena memiliki skill daya serang bagus termasuk Ajie juga menjelang instruksi mereka masuk, bisa merubah situasi dalam bertahan,” kata Syamsuddin.
Sedangkan kiper Hilman Syah menjadikan pertandingan terakhir Grup B turnamen pramusim Piala Menpora 2021 melawan Borneo FC, Rabu (31/3), sebagai laga final demi mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Hasil imbang melawan Bhayangkara FC dianggap masih belum mengamankan posisi PSM, meski berada di puncak di klasemen sementara.
“Di babak pertama kami bermain cukup tertekan dan akhirnya teman-teman bisa keluar dari tekanan, dan di babak kedua bisa menyamakan kedudukan. Kami masih belum tentu lolos, dan pastinya akan bekerja keras melawan Borneo. Itu adalah partai final buat kami melawan mereka,” tutur Hilman.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!




