Jika Anda mempertanyakan sikap Manchester United terhadap Ole Gunnar Solskjaer, Anda hanya perlu menengok keputusan mereka memperpanjang kontrak Mike Phelan untuk memahami bahwa klub itu tidak berencana mendepak manajer asal Norwegia tersebut.
Diyakini pula bahwa Michael Carrick dan Kieran McKenna, yang juga menjadi bagian penting dari staf kepelatihan Ole, sama-sama akan diperpanjang kontraknya untuk sekaligus menunjukkan dukungan dewan direksi terhadap struktur yang ada saat ini.
Desember depan bakal menandai peringatan tiga tahun sejak Ole mengambil alih tugas Jose Mourinho yang dipecat. Dia sudah beberapa kali dikabarkan didepak sejak saat itu, mungkin melebihi manajer lain di Liga Primer, tapi dia masih di sini.
Ole berulang kali membela dirinya serta performa buruk United di awal musim; dia kembali dikritik akhir pekan lalu, setelah bermain imbang melawan Everton, terkait apakah ia yakin dirinya adalah orang yang tepat untuk memajukan United.
“Itu adalah pertanyaan yang sama yang ditanyakan setelah Rabu malam (2-1 vs Villarreal di Liga Champions). Saya sangat yakin bahwa kami akan mendapatkan yang terbaik dari skuad ini,” jawabnya.
“Banyak hal terjadi bulan ini dan kami baru memiliki Raphael [Varane] dan Jadon [Sancho] sejak Agustus, dan Cristiano [Ronaldo] sejak September.
“Kami memiliki banyak hal untuk dikerjakan dan kami perlu memperbaiki diri, kami tahu itu dan saya tahu itu, tetapi saya percaya pada kumpulan pemain ini dan staf pelatih yang saya miliki. Jadi, jawaban singkatnya adalah ya.”
Di tahap ini tahun lalu, Mauricio Pochettino dijagokan akan menggantikannya dan dia dipaksa bersilat lidah dalam menanggapi awalan buruk United, namun tiap kali ada krisis, Ole mampu mengeluarkan timnya dari sana – seringkali dengan gemilang.
Getty/GoalMemetik hasil akhir yang positif ketika tim sangat membutuhkannya sudah menjadi tema umum dalam tiga tahun kepemimpinannya. Pada musim 2019/20, itu hampir seperti siklus; Setan Merah mengalami masa sulit di pertandingan, mendapatkan perlawanan sengit namun menang.
Coba ingat kembali saat United bermain imbang melawan Sheffield United, kalah dari Astana, sama kuat dengan Aston Villa namun kemudian mengalahkan Tottenham Hotspur di kandang dan Manchester City saat bermain tandang.
Pertandingan berikutnya bisa menjadi contoh lain. United memang berada dalam posisi yang lebih baik di liga ketimbang tahun lalu dan empat poin lebih baik setelah melewati matchday ketujuh. Tapi sekarang datang ujian yang sebenarnya.
Tandang ke Leicester City, menghadapi Liverpool di kandang, Tottenham tandang dan Man City di kandang sendiri merupakan empat pertandingan liga ke depan mereka. Jika kalah, tekanannya akan meningkat. Tapi jika berhasil memenangkan laga tersebut, pembicaraan mengenai perebutan gelar perlahan akan kembali jadi hal yang lumrah.
Ole jelas tahu bahwa dia perlu meraih trofi musim ini dan itu adalah sesuatu yang dipercaya oleh kompatriotnya John Arne Riise.
“Saya pikir Ole tengah melakukan pekerjaan yang bagus. Dia tetap tenang dan fokus pada hal-hal yang bisa dia lakukan dengan tim. Dia tidak terlalu peduli dengan media atau apa yang orang tulis tentang dia,” kata eks Liverpool itu kepada Goal.
“Di satu pekan dia adalah manajer terburuk dalam sejarah, berikutnya dia membuat pergantian luar biasa dan kembali terlihat bagus. Dia terbiasa dengan itu. Ini adalah pekerjaan yang sulit, salah satu klub terbesar di dunia untuk ditangani. Dia akan selalu berada di bawah tekanan. Dia harus memenangkan sesuatu, dan itulah mengapa saya kecewa mereka tersingkir dari Piala Liga terlalu dini.”
Tersingkirnya United di tangan West Ham dari Piala Liga menjadi pukulan besar buat Ole. Bukan hanya itu adalah satu dari empat trofi yang paling gampang untuk dimenangi, namun ketersingkiran dini membuat dirinya tidak bisa membagi menit bermain buat pemainnya.
Ole secara terbuka mengakui bahwa bukan tugasnya untuk membuat semua pemain bahagia, tetapi hidup akan lebih sulit untuk manajer Setan Merah andai pada Januari pemain seperti Donny van de Beek memaksa hengkang setelah gagal mendapat menit bermain.
Dengan satu dari empat trofi sudah di luar jangkauan, sedangkan prospek realistis di dua kompetisi lain akan menjadi lebih jelas dalam empat minggu ke depan, tekanan atas rentetan pertandingan berikutnya bakal luar biasa.
Getty Images“Sifat alami dari pekerjaan ini adalah, jika Anda adalah manajer dari Manchester United, Anda akan berada di bawah tekanan,” kata mantan bek United Denis Irwin kepada Goal. “Ole memasuki musim ketiganya setelah melakukan beberapa perekrutan fantastis di musim panas dan saya yakin dia tahu apa artinya itu. Sebagai mantan pemain yang pernah bermain dengannya, kami semua sangat ingin dia sukses dan meyakini dia adalah sosok yang tepat.”
Performa mereka dalam beberapa pekan terakhir ini terbilang buruk dan itu tidak bisa ditutupi. Namun pihak klub meyakini fondasi yang telah ia bangun dalam tiga tahun ini, serta progres yang telah dibuat, membuat klub tidak perlu membuat keputusan tergesa-gesa ketika menanggapi sejumlah hasil minor.
Sumber dalam klub mengatakan pihak United tidak terganggu oleh ‘histeria’ di media sosial dan masih ada kepercayaan soal arah yang dituju tim arahan Ole.
“Dia telah mendapat dukungan dan diberi banyak uang dan kita telah melihat kemajuan yang dia buat, tetapi sekarang dia harus mulai [menggapai posisi puncak],” kata Dwight Yorke kepada Goal. “Ketika Anda memiliki bakat dan skuad seperti yang kita miliki, ekspektasi akan meningkat lebih jauh dan itu bisa dimengerti, terutama ketika Anda melihat susunan pemain di lini depan.
“Kami memiliki penjaga gawang yang fantastis dan kekuatan di bek sentral. Saya rasa kita memiliki begitu banyak kualitas di sana. Bagi kami untuk berpikir bahwa kami tidak dapat memenangkan liga atau orang-orang tidak yakin dengan itu, mentalitas saya takkan seperti itu jika saya yang menangani klub itu sekarang.
“Saya pikir ada kekuatan yang cukup di tim tersebut untuk mencoba dan memenangkan Liga Primer musim ini.”
Bulan depan akan jadi kunci jika Ole ingin mewujudkan mimpinya memenangkan liga, namun jika akhirnya gagal, dia masih akan mendapat dukungan dari orang-orang di atasnya di sekelilingnya.
Seperti yang dikatakan John Murtough, direkrut sepakbola Setan Merah: “Kami memiliki strategi jangka panjang dan keyakinan ke arah yang kami tuju. Kami harus tetap bisa mengontrol, jangan terbawa suasana, jangan menyimpang dari rencana. Ole dan stafnya sangat fokus pada hal itu.”


