Yanmar Stadium Nagai - Cerezo OsakaCerezo Osaka/Yanmar

Alasan Di Balik Keterlibatan Yanmar Dalam Sepakbola

Sebagian penggemar sepakbola mungkin pertama kali mendengar nama 'YANMAR' melalui olahraga ini. Bisa jadi sebagai sponsor klub J-League Cerezo Osaka, bisa pula karena keterlibatan baru-baru ini di Asia Tenggara. Yang jelas, Yanmar dan sepakbola memiliki hubungan spesial.

Barangkali tidak banyak yang tahu bahwa Cerezo Osaka pertama kali berdiri dengan nama Yanmar Diesel Soccer Club, tepatnya pada 1957 atau lebih dari enam dasawarsa silam.

Ya, Yanmar sudah terlibat aktif dalam sepakbola bahkan semenjak permainan ini masih menjadi olahraga minor di Negeri Sakura. Itu karena sepakbola adalah olahraga yang terkait erat dengan "organisasi" dan "globalisasi", dua elemen tak terpisahkan dari perkembangan perusahaan.

Kojiro Yamaoka, eksekutif Yanmar kala itu sekaligus pendiri Yanmar Soccer Club, adalah orang yang berjasa menginisiasi gairah tinggi Yanmar terhadap sepakbola.

Dalam pandangannya, terdapat keselarasan antara prinsip-prinsip dasar sepakbola dan perusahaan. Misalnya saja, untuk mencapai suatu target tim sepakbola maupun perusahaan harus bisa mengerahkan kekuatan kolektif dalam sekelompok individu.

"Para pemain harus membuat keputusan tepat selama pertandingan, berdasarkan kebijakan tim," demikian salah satu hal mendasar yang ada di sepakbola dan perusahaan.

"Setiap pemain harus menyadari kecepatan dan pengambilan waktu dan mendistribusikan bola secara tepat. Setiap posisi, seperti halnya manajer, pelatih, dan kapten harus mampu mendemonstrasikan kepemimpinan, contohnya penyatuan tujuan dan peningkatan moral."

cerezo-osaka-acl(C)Getty Images

Yamaoka menemukan banyak kesamaan antara hal-hal yang dibutuhkan untuk menang dalam sepakbola dan mengembangkan perusahaan. Seseorang dalam sebuah organisasi tidak boleh bertindak individual dan hanya mementingkan dirinya sendiri, melainkan harus menjadi bagian suatu departemen atau seksi. Yanmar pun dapat terus berkembang berkat individu-individu yang berfungsi sebagai satu kesatuan dalam sebuah "organisasi".

Dari perspektif "globalisasi", tim sepakbola Yanmar berjasa sebagai pihak pertama yang mendatangkan pemain-pemain asing ke Jepang.

Sejak 1960-an, Yanmar telah membangun globalisasi dalam organisasi lewat program pertukaran, yaitu dengan mengundang pemain-pemain (yang juga berstatus karyawan perusahaan) dari Yanmar Brasil dan mengirim pemain/pegawai Jepang ke arah sebaliknya.

Sejak itu, Yanmar Soccer Club juga aktif melakukan eksplorasi ke kawasan lain seperti Thailand dan Indonesia, dan berpartisipasi di kompetisi setempat. Pada 1976, Yanmar ambil bagian dan tampil sebagai juara di Queens' Cup di Thailand.

Di era modern, ekspansi bisnis Yanmar kian luas dalam skala global, dan status sebagai sponsor utama Cerezo Osaka melahirkan kepercayaan lebih pada perusahaan. Kesuksesan pemain seperti Shinji Kagawa, yang merintis karier profesional bersama Cerezo, membuat klub maupun Yanmar sendiri makin dikenal di Eropa.

Sepakbola adalah olahraga terpopuler di dunia, dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di lebih dari 200 negara. Yanmar meyakini, kekuatan sepakbola akan memungkinkan lahirnya dunia dan masyarakat yang saling terkoneksi tanpa terhalang batas negara maupun bahasa.

Bagi Yanmar, sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan "identitas" perusahaan.

Iklan
0