Klub Al-Qadsiah Arab Saudi mendekati kesepakatan untuk merekrut Khalid Al-Ghannam, sayap Al-Ettifaq, selama periode bursa transfer musim panas ini, sehingga mengancam salah satu target utama Al-Ittihad yang menempatkan sang pemain sebagai salah satu prioritasnya untuk memperkuat skuad.
Menurut surat kabar "Arriyadiyah" Arab Saudi, negosiasi antara Al-Qadsiah dan Al-Ettifaq telah mencapai tahap yang sangat lanjut, setelah tercapainya kesepakatan awal antara kedua klub mengenai transfer sang pemain, sementara yang tersisa adalah kesepakatan akhir dengan Al-Ghannam soal butir-butir kontrak pribadinya.
Surat kabar tersebut mengisyaratkan bahwa Al-Ettifaq akan memperoleh imbalan finansial berkisar antara 20 hingga 25 juta riyal Saudi atas penjualan sang pemain, sementara Al-Nassr akan mendapatkan sekitar 25% dari nilai transfer, sesuai dengan klausul penjualan kembali yang disepakati ketika Al-Ghannam pindah ke Al-Ettifaq pada awal tahun 2024.
Baca juga: Pemberontakan di balik layar dan lepasnya topeng: Bagaimana Jaissle mengkhianati era Al-Ahli?
Al-Ittihad menempatkan Khalid Al-Ghannam sebagai salah satu pilihan lokal utama mereka selama bursa transfer saat ini, tetapi krisis keuangan yang tengah dialami klub dan ketidakmampuannya bergerak dengan fleksibilitas yang dibutuhkan telah memberi Al-Qadsiah peluang untuk menyambar transfer tersebut dan mendekati penuntasannya.
Surat kabar tersebut menegaskan bahwa manajemen Al-Qadsiah mengintensifkan pergerakan mereka dalam beberapa jam terakhir, dengan keinginan untuk menyelesaikan transfer dengan cepat, guna mengantisipasi masuknya klub-klub lain ke dalam jalur negosiasi, terutama dengan semakin dekatnya kickoff kompetisi musim baru.
Khalid Al-Ghannam merupakan salah satu sayap lokal terbaik di Liga Roshn Saudi, di mana Al-Qadsiah berupaya membawanya kembali setelah beberapa tahun kepergiannya, dalam kerangka proyek klub untuk memperkuat skuad dengan elemen-elemen lokal berkualitas sebelum musim mendatang.




