Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-WC-2026-MATCH102-ENG-ARGAFP

Diterjemahkan oleh

Aksi politik di lapangan... Para pemain Argentina memicu "perang" dengan Inggris setelah comeback dramatis

Para pemain Argentina memancing reaksi timnas Inggris dan para pendukungnya, setelah pertandingan antara kedua tim di semifinal Piala Dunia 2026 berakhir.

Argentina berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan satu gol menjadi kemenangan 2-1, sehingga akan berhadapan dengan Spanyol di final pada hari Minggu mendatang. 

Surat kabar "Marca" menulis: "Ini bukan sekadar pertandingan sepak bola. Dan tidak akan pernah demikian antara Inggris dan Argentina... Konflik bersenjata tahun 1982 mengenai kedaulatan Kepulauan Falkland serta kekalahan Argentina dalam perang tersebut masih terngiang di benak warga Argentina, yang memanfaatkan setiap kesempatan untuk menegaskan klaim mereka atas kepulauan di Samudra Atlantik Selatan itu".

Surat kabar itu melanjutkan: “Setelah kemenangan mereka di semifinal Piala Dunia, para pemain tim nasional Argentina menurunkan spanduk di lapangan yang bertuliskan: Kepulauan Falkland adalah milik Argentina.”

Surat kabar tersebut menambahkan: “Lo Celso mengambil foto kenang-kenangan dengan spanduk itu, meletakkannya di atas rumput, dan para pemain berkumpul di sekelilingnya, sehingga spanduk itu menjadi pusat perayaan.”

Langkah tersebut diperkirakan akan memicu kemarahan pihak Inggris, yang tidak akan begitu saja menerima apa yang dilakukan para pemain Argentina.

Apa itu Perang Falkland?

Perang Falkland adalah konflik bersenjata yang terjadi antara Argentina dan Britania Raya pada periode 2 April hingga 14 Juni 1982.

 Perang dimulai ketika Dewan Militer Argentina memerintahkan pendaratan pasukan di Kepulauan Falkland, yang telah berada di bawah kendali Inggris sejak tahun 1833, sebagai langkah putus asa untuk menyatukan negara.

Inggris merespons dengan sangat keras, dengan mengerahkan armada laut besar-besaran untuk merebut kembali wilayah tersebut.

Setelah itu, konflik yang berlangsung selama 74 hari pun berkembang dan berakhir dengan penyerahan diri Argentina, yang mengakibatkan korban jiwa yang tragis, yaitu 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris tewas.


FBL-WC-2026-MATCH102-ENG-ARGGetty Images

argentina bannerGetty Images

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google