OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Asosiasi Sepakbola Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia (CONCACAF) melakukan investigasi pada Guyana Prancis yang menurunkan Florent Malouda di ajang Gold Cup tahun ini.
Malouda, mantan penggawa Chelsea dan finalis Piala Dunia 2006, menjadi pemain ilegal Guyana Prancis di turnamen tersebut karena sebelumnya pernah mencatatkan 80 caps bersama Prancis di pentas internasional.
Namun, Guyana Prancis mengabaikan aturan yang ada dan tetap memainkan winger berusia 37 tahun itu dan bahkan memberikan jabatan kapten padanya ketika bermain imbang tanpa gol di laga kedua Grup A lawan Honduras.
Florent Malouda Hijrah Ke Liga Mesir
"Mengenai pemilihan skuat Guyana Prancis yang menurunkan Florent Malouda di laga Gold Cup lawan Honduras, dan berdasarkan regulasi turnamen yang merujuk pada FIFA soal legalitas pemain, maka kasus ini sudah direferensikan ke komite disiplin turnamen," tulid CONCACAF dalam pernyataan resmi.
"Komite disiplin CONCACAF akan menunjai kasus ini dan akan mengeluarkan keputusan pada waktunya."
Malouda sebelumnya juga sempat membela negeri kelahirannya, Guyana Prancis, yang bukan merupakan anggota FIFA, di Piala Karibia pada Juni lalu dan sukses meraih posisi ketiga.Meski Guyana Prancis berstatus sebagai anggota CONCACAF, Malouda sebenarnya tetap tak bisa tampil di Gold Cup tahun ini karena aturan FIFA tidak membolehkan seorang pemain membela lebih dari satu negara di ajang resmi mereka.
