Ketidakpastian masih menyelimuti masa depan bintang Aljazair Riyad Mahrez, yang memasuki hari-hari terakhir bursa transfer musim panas tanpa mencapai kesepakatan dengan klub mana pun, setelah beberapa pekan meninggalkan Al Ahli Saudi secara mengejutkan, dalam sebuah keputusan yang menjadi kejutan besar bagi sang pemain maupun para pendukung "Al Raqi".
Menurut yang dilaporkan surat kabar Arriyadiyah Saudi, Mahrez hingga kini belum memastikan tujuan berikutnya, meski namanya dikaitkan dengan sejumlah klub di Eropa dan dunia Arab, sementara pertanyaan seputar masa depannya kian bertambah, bahkan muncul spekulasi mengenai kemungkinan pensiunnya dari sepak bola, di tengah statusnya yang masih tanpa klub.
Al Ahli sebelumnya telah mengakhiri hubungan kontraktual dengan Mahrez pada akhir musim lalu, sehingga mengakhiri perjalanan sang pemain bersama klub tersebut setelah tiga musim.
Sejumlah laporan pers Saudi menyebutkan bahwa keputusan itu merupakan bagian dari rencana untuk membangun kembali tim secara teknis, sebuah keputusan yang diambil meski sang pemain berkeinginan untuk bertahan bersama tim.
Sepanjang perjalanannya bersama Al Ahli, Mahrez menjalani 122 pertandingan, mencetak 37 gol dan memberikan 50 assist, serta berkontribusi meraih dua gelar Liga Champions Elite Asia pada 2025 dan 2026, di samping Piala Super Saudi 2025.
Menurut yang dikutip Arriyadiyah, sejumlah laporan pers mengaitkan nama mantan kapten timnas Aljazair itu dengan kepindahan ke Liga Italia, di mana disebutkan adanya minat dari Roma dan Milan, namun belum ada negosiasi yang mencapai tahap final hingga kini, dengan semakin dekatnya penutupan bursa transfer di Italia.
Nama Mahrez juga dikaitkan dengan kepindahan ke Wydad Maroko, namun sang pemain membantahnya secara tidak langsung melalui akun resminya di platform "X", setelah ia memasang sebuah simbol yang mengisyaratkan tidak benarnya berita yang beredar mengenai kepindahannya ke klub Maroko tersebut.
Arriyadiyah menjelaskan bahwa Al Jazira Uni Emirat Arab mengajukan tawaran untuk mengontrak Mahrez, namun kegagalan tim tersebut lolos ke Liga Champions Elite Asia setelah kalah dari Al Ittihad menyebabkan transaksi ini tersendat, sehingga sang pemain memutuskan untuk menunggu dan tidak memastikan masa depannya pada saat itu.
Sejumlah laporan pers Aljazair juga beredar mengenai kemungkinan kepindahan Mahrez ke Abha, tim yang baru saja promosi ke Liga Roshn Saudi, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari sang pemain maupun klub mengenai kabar tersebut.
Meski tidak ada indikasi resmi tentang niat Riyad Mahrez untuk pensiun dari sepak bola, statusnya yang masih tanpa klub seiring semakin dekatnya penutupan pintu transfer membuka pintu bagi banyak spekulasi mengenai masa depannya.
Pensiunnya dari sepak bola internasional setelah tampil bersama timnas Aljazair di Piala Dunia 2026 semakin menambah pertanyaan-pertanyaan ini, terlebih pemain berusia 35 tahun itu hingga kini belum memastikan tujuan berikutnya, sehingga skenario melanjutkan perjalanannya bersama klub baru tetap menjadi yang paling mungkin, menanti apa yang akan terungkap dalam hari-hari terakhir masa transfer.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"


