La Fabrica Real MadridLa Fabrica Real Madrid

Akademi La Fabrica Yang Terasingkan Digerus Para Bintang Mewah Real Madrid

Sejak kepemilikan berada di tangan Florentino Perez pada tahun 2000-2006 untuk periode pertama dan periode kedua tahun 2009 hingga kini, Real Madrid selalu mendatangkan pemain-pemain bintang kelas dunia dengan harga selangit.

Sebut saja Luis Figo, Zinedine Zidane, Michael Owen, Roberto Carlos, Ronaldo da Lima dan David Beckham. Mereka adalah bintang yang didatangkan Perez pada periode pertama masa jabatannya sebagai presiden klub, membuat Madrid dijuluki sebagai Los Galacticos.

Di awal masa jabatan keduanya pada 2009, Perez kembali melakukan gebrakan di bursa transfer dengan mendatangkan Ricardo Kaka, Karim Benzema, Xabi Alonso dan Cristiano Ronaldo. Kemudian disusul dengan pemain Tottenham Hotspur yang menjadi pemain termahal klub, Gareth Bale.

Beberapa tahun belakangan ini selain Thibaut Courtois, pemain bintang yang berhasil didatangkan salah satunya adalah Eden Hazard -- digadang-gadang bisa memberikan kualitasnya sesuai dengan harga yang ditebus Los Blancos dari Chelsea €100 juta lebih -- namun harus bolak-balik melakukan perawatan medis karena cedera.

Nama-nama besar diatas pasti membuat para penggemar berharap pada saat itu agar Madrid bisa merebut gelar-gelar bergengsi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Terbukti, gelar La Liga, Copa del Rey, Piala Dunia Antarklub, Piala Super Spanyol, UEFA SuperCup, Piala Interkontinental dan Liga Champions -- termasuk tiga kali berturut-turut dari musim 2015/16 hingga 2017/18 -- pernah diboyong ke Santiago Bernabeu.

Eden Hazard Real Madrid 2020-21Getty Images

Namun, Perez tak jarang harus menerima kerugian akibat ambisinya untuk membuat tim bertabur bintang, dengan kegagalan sang pemain bersinar di Madrid.

Hazard menjadi yang terbaru sebagai pemain yang dicap gagal bersinar di Santiago Bernabeu. Sebelumnya, Kaka menjadi transfer yang disebut gagal oleh para fans.

Padahal pemain akademi Madrid juga memiliki kualitas yang tak kalah menarik andai diberikan kesempatan untuk tampil lebih banyak di tim utama.

Real Madrid gagal manfaatkan produk La Fabrica

Raul Gonzalez, Guti, Fransisco Pavon, Raul Bravo dan Iker Casillas adalah produk asli La Fabrica yang mampu tampil mengesankan di tim senior, disusul Alvaro Arbeloa dan Esteban Granero. Di musim ini, hanya ada nama Lucas Vazquez, Nacho, Dani Carvajal, Martin Odegaard dan Mariano Diaz yang merupakan jebolan akademi klub.

Bahkan hanya nama Vazquez yang sering masuk ke starting XI milik manajer Zinedine Zidane. Nacho pun hanya menjadi pelapis ketika Sergio Ramos atau Raphael Varane cedera.

Carvajal juga harus bersaing dengan Alvaro Odriozola atau Vazquez untuk pos bek kanan, dan sedangkan Diaz, dia hanya menjadi pemain ‘seadanya’ bagi Zidane.

Odegaard yang dielu-elukan setelah kembali dari masa pinjamannya di Real Sociedad, juga tidak mendapatkan tempat utama hingga akhirnya kembali dipinjamkan ke Arsenal.

2019-11-23 Lucas Vazquez Real MadridGetty Images

Berbeda dengan Madrid, rival abadi mereka di La Liga, Barcelona, selalu mempromosikan pemain La Masia ke skuad utama mereka.

Padahal di skuad Madrid saat ini, terdapat pemain yang berusia dibawah 22 tahun ketika ditransfer menuju ke Los Blancos, yakni Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Luka Jovic, Brahim Diaz, Eder Militao, Fede Valverde dan Takefusa Kubo.

Andai Perez dan para manajer yang pernah menjadi nakhoda di Santiago Bernabeu bisa sedikit bersabar, klub pasti tidak akan merogoh kocek sangat banyak untuk mendapatkan pemain-pemain besar.

Dilansir dari Marca, Marcos Llorente yang kini menjadi andalan untuk Atletico Madrid telah menghentikan dinasti keluarga Llorente yang secara turun temurun selalu memperkuat Los Blancos, entah itu tim sepak bola atau klub basket.

Selain Llorente, pemain yang membuat Madrid terpukul adalah Achraf Hakimi, dengan kondisi tim yang saat ini dilanda badai cedera, khususnya bek sayap. Dia dipinjamkan ke Borussia Dortmund sebelum ditebus oleh Inter Milan pada September tahun lalu.

Kemudian ada Sergio Reguilon yang kini bersinar di Spurs dibawah asuhan Mourinho, sedangkan Kiko Casilla yang sempat dibeli Espanyol dan dipinjamkan beberapa kali, akhirnya memutuskan untuk pindah ke Leeds United setelah tiga tahun lebih menjadi pelapis di Madrid.

Diego Lopez, Jose Callejon dan Jese Rodriguez juga lebih dulu tersingkirkan oleh pemain-pemain bintang yang datang ke klub.

NxGn 2019 Vinicius Junior Real MadridGetty

Jika mundur lebih jauh ke belakang, Madrid akan menjadi tim ‘irit’ yang bisa merebut gelar bergengsi andai pemain akademi mereka bertahan dan diberikan menit bermain yang lebih banyak.

Roberto Soldado, Alvaro Morata, Samuel Eto’o, Esteban Cambiasso, Juanfran hingga Juan Mata adalah pemain yang bersinar di klub mereka masing-masing setelah didepak dari Los Blancos.

Akademi Madrid memiliki kualitas yang tak kalah dari pemain-pemain muda yang hijrah ke Santiago Bernabeu. Namun karena harga dan ekspektasi yang tinggi, produk asli akademi hanya mendapatkan waktu bermain yang minim di tim senior untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.

Setelah gagal memenuhi ekspektasi di laga debutnya, para pemain asli akademi ini perlahan akan tersingkir dari klub.

Iklan
0