Pada Selasa (4/5) kemarin Persebaya Surabaya menutup agenda latihan mereka dengan laga uji coba menghadapi Putra Jombang. Tidak ada kendala berarti untuk Persebaya meraih kemenangan 4-1 pada laga tersebut.
Uji coba itu menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Persebaya sebelum diliburkan dan akan kembali berkumpul pada 19 Mei. Dari laga uji coba itu, Aji menentukan bahwa dua dari tiga pemain seleksi bisa dipertahankan.
Dalam sepekan terakhir, ada tiga nama seleksi yang ikut latihan bersama Green Force. Mereka adalah Johan Yoga Utama yang berposisi sebagai striker, Arizky Wahyu Satria di posisi bek sayap, dan penyerang sayap Daud Yafet Kareth.
"Untuk pemain trial, Johan Yoga sama Rizky yang masih bisa bergabung tanggal 19. Tapi untuk si Adik Papua (Daud Yafet Kareth), untuk saat ini belum bisa bergabung," beber Aji dalam keterangannya kepada awak media.
Dari pengakuannya, Aji menjelaskan bahwa ia tidak begitu memikirkan striker tambahan dengan status pemain lokal. Meski saat ini Johan Yoga punya kans direkrut, tapi Aji punya ambisi memoles bakat muda untuk jadi backup striker asing.
"Iya, saya sudah ada striker, saya tidak akan mengambil striker sudah jadi. Tapi tadi saya sampaikan pada pak Candra [Wahyudi, manajer tim] kalau saya menemukan pemain muda belum berpengalaman tapi punya kualitas, akan saya ambil," urai Aji.
"Untuk pemain yang sudah jadi, tidak. Kami hanya nunggu pemain asing saja [setelah libur lebaran]," imbuh pelatih yang pernah jadi kapten timnas Indonesia tersebut.
Persebaya SurabayaSebagai informasi, Persebaya sudah punya Samsul Arif Munip di posisi striker, yang merupakan striker veteran. Sebelumnya pada Piala Menpora 2021, Persebaya juga diperkuat Rivaldi Bawuo, namun yang bersangkutan tidak melanjutkan kerja sama.
Mengenai uji coba sendiri, Aji tidak ambil pusing soal hasil dan bagaimana tim bermain. Harapannya, Rendi Irwan dan kolega bisa kembali dengan kondisi terjaga pada 19 Mei nanti, selepas merayakan libur Hari Raya Idulfitri.
"Uji coba ini saya cuma untuk menjaga anak-anak kondisinya tidak begitu menurun. Mereka juga dalam keadaan puasa, saya tidak bisa paksakan mereka untuk benar-benar fight. Tapi paling tidak anak-anak tadi masih menjaga bagaimana cara bermain sepakbola ala Persebaya," beber mantan pelatih Persela Lamongan ini.
Official Persebaya

