LIPUTAN MUHAMMAD RIDWAN DARI MANILA
Raut kecewa dan sedih terpancar jelas saat ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, menyaksikan kekalahan dramatis timnas Indonesia U-22 dari Vietnam, dalam lanjutan Grup B SEA Games 2019. Duel tersebut berkesudahan dengan skor 2-1 di Stadion Rizal Memorial, Manila, semalam (1/12).
Iriawan, memang selalu hadir langsung ke stadion saat timnas Indonesia U-22. Ia didampingi wakil ketua umum Cucu Somantri, dan Iwan Budianto, serta beberapa anggota komite eksekutif (Exco) PSSI.
Harapan timnas Indonesia U-22 untuk mendapatkan kemenangan terbuka setelah Sani Rizki Fauzi, mencatatkan namanya di papan skor pada menit 23. Keadaan tersebut bertahan hingga turun minum.
Usai jeda, Vietnam mampu menyamakan kedudukan melalui Nguyen Thanh Chung, pada menit 64. Gol tersebut membuat Iriawan, sedikit gelisah dan semakin fokus memperhatikan permainan timnas Indonesia U-22.
Petaka pun terjadi buat timnas Indonesia U-22 pada saat injury time 90+1. Nguyen Hoang Duc, membobol gawang Nadeo Argawinata, lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Seketika para pemain timnas Indonesia U-22, tertunduk lesu saat wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya laga. Iriawan juga demikian sambil mengusap air matanya yang menetes di pipi dan menutup mukanya.
"Saya pikir pemain sudah maksimal. Kami sebetulnya hanya membutuhkan hasil imbang, tapi malah tak tertuda kebobolan pada injury time, kata Iriawan.
"Memang serangan pada babak kedua banyak ke daerah kita. Semua bakal dievaluasi supaya pada dua pertandingan sisa bisa menang besar," Iriawan menambahkan.
Kekalahan tersebut membuat posisi timnas Indonesia U-22 turun di klasemen sementara. Garuda Muda merelakan posisi kedua diambil Thailand yang unggul selisih gol, dengan koleksi poin serupa enam.
