Manajemen AHHA PS Pati, mengambil langkah tegas terkait tindakan kasar yang dilakukan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun, saat uji coba kontra Persiraja Banda Aceh. Kedua pemain tersebut dipulangkan dari pemusatan latihan (TC), di Jakarta.
Dalam pertandingan uji coba tersebut Syaiful, mendapatkan kartu merah. Ia diusir wasit setelah melakukan tendangan kung fu ke arah wajah pemain Persiraja Muhammad Nadhif.
Serupa dengan Syaiful, Zulham juga menerima kartu merah usai tekel keras kepada Defri Rizky. Akibatnya, mereka bersitegang sampai dipisahkan para pemain lainnya.
“Untuk nama-nama pemain di atas [Syaiful dan Zulham] kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja,” kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra.
Hukuman yang diberikan untuk Syaiful dan Zulham, menjadi bukti keseriusan AHHA PS Pati, dalam menjaga sportivitas. Ia berharap tidak ada kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Benar-benar jadi pelajaran untuk pemain agar lebih dapat menjunjung tinggi nilai respek,” ucapnya.
Sebagai bentuk tanggungjawab atas insiden pada uji coba tersebut manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi bersama Syaiful menemui manajemen dan pemain Persiraja. Pertemuan tersebut dilakukan di sebuah hotel kawasan Tangerang.
PSG Pati“Chairman, ofisial dan manajemen tim AHHA PS Pati dari hati terdalam dengan ini memohon maaf kepada pemain, manajemen Persiraja dan tentunya pada masyarakat Indonesia,” ucap Doni atau akrab disapa Jalu.
Diakuinya, apa yang diperlihatkan adalah harus diakui memang tidak patut untuk dicontoh yang dilakukan pemannya. Dia menambahkan, Uji coba lawan Persiraja ini memberikan pengalaman dan pelajaran penting untuk timnya.
“Bahwa respek kepada lawan adalah jauh lebih penting nilainya dibandingkan dengan sebuah kemenangan,” ucap Jalu.
Sementara sekretaris umum Persiraja Rahmat Djailani, mengapresiasi kedatangan manajemen Java Army. “Kita menyambut baik, teman-teman AHHA PS Pati datang dan meminta maaf ke M Nadif. Kemarin pun sebenarnya sudah selesai. Semoga ini bisa jadi pelajaran untuk kedua tim dan juga tim-tim lain,” ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi saat ini unsur keselamatan dan kesehatan adalah yang utama. “Mudah-mudahan sepak bola Indonesia makin lebih baik lagi,” lanjutnya.
