OLEH SANDY MARIATNA
Sebelum terlibat rivalitas panas dengan Liverpool dua tahun terakhir, Manchester City terlebih dahulu gontok-gontokan dengan tetangga dekat, Manchester United.
Bahkan, pada awal kemunculan City sebagai kekuatan baru di Inggris, United menjadi penelan pil pahit dalam ending paling dramatis Liga Primer yang memunculkan The Sky Blues sebagai kampiun 2011/12, titel pertama mereka setelah puasa hampir setengah abad.
Drama ikonik yang akan selalu dikenang manis dalam buku sejarah City ini mentas pada 13 Mei sewindu silam di Etihad Stadium pada pekan pamungkas liga musim tersebut.
Sebelum kick-off, City yang saat itu dinakhodai Roberto Mancini duduk di puncak klasemen, namun hanya unggul selisih gol dari United yang menguntit persis di bawahnya.
Artinya, penentuan juara harus ditentukan di laga penghabisan, ketika City menjamu Queens Park Rangers, sementara pada saat bersamaan United melawat ke markas Sunderland.
Jantung fans City mulai berdegup cepat ketika Wayne Rooney membawa United unggul di Stadium of Light lewat golnya di menit 20. Untungnya, Pablo Zabaleta membawa City kembali naik ke puncak klasemen lewat golnya menjelang babak pertama usai.
GettyAkan tetapi, usai turun minum, segalanya menjadi kacau bagi tuan rumah. Djibril Cisse menyamakan skor menjadi 1-1 saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Bahkan, ketika QPR harus bermain dengan sepuluh pemain pasca diusirnya Joey Barton di menit 54, gawang Joe Hart kembali jebol di menit 66.
Adalah gol dari Jamie Mackie yang membuat armada Harry Redknapp, yang sedang berjuang menghindari degradasi, secara mengejutkan memimpin 2-1. Hingga menit 90, United sudah menuntaskan pertandingan di Sunderland dengan kemenangan 1-0 sehingga satu tangan Setan Merah sudah menyentuh trofi Liga Primer.
Beruntung, gol tandukan jarak dekat Edin Dzeko di menit 92 memperpanjang napas City. Skor kembali imbang dan City tinggal butuh satu gol lagi untuk membuat impian mereka menjadi kenyataan. Doa mereka terkabul.
Dengan waktu tambahan empat menit tersisa beberapa detik lagi, seluruh pemain City menyerang untuk mengkreasikan peluang terakhir. Mario Balotelli mampu menyodorkan umpan kepada Aguero yang berlari ke kotak penalti. Dan ketika seisi dunia sejenak menahan napas, striker Argentina itu mampu menarik pelatuknya. Gol!
Bak kesetanan, Aguero mencopot jersey sambil memutar-mutarkannya ke udara untuk memulai pesta penuh kegilaan di Manchester. City menang 3-2 dan dipastikan menjadi kampiun Inggris setelah unggul selisih gol di pucuk klasemen dari United.
Getty"Gelar ini untuk para suporter, mereka layak mendapatkannya. Sepakbola sungguh luar biasa. Saya belum pernah melihat hari terakhir seperti ini. Kami layak menjuarai liga. Ini adalah musim yang gila!" seru Mancini kepada Sky Sports seusai laga.
Itu adalah gelar liga pertama City dalam 44 tahun terakhir sejak terakhir kali meraihnya pada 1968. Sementara United besutan Sir Alex Ferguson terpaksa gigit jari setelah secara sangat menyakitkan melepas gelar kepada sang rival sengit di detik terakhir.
