Agnelli Ceferin split JpegGetty

Liga Super Eropa Bakal Efektif Gantikan Sistem Kompetisi UEFA Saat Ini?

Presiden Juventus, Andrea Angelli mengatakan tengah beradu argumen yang produktif dengan presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengenai masa depan sepakbola dan meyakini bahwa fans menginginkan adanya perubahan sistem.

Agnelli percaya bahwa sepakbola level tinggi kini berada di persimpangan jalan di tengah wacana pembentukan Liga Super Eropa serta juga karena adanya krisis akibat pandemi COVID-19 yang berdampak besar pada finansial di semua sektor olahraga.

Dan, Agnelli menilai bahwa sekarang terlalu banyak pertandingan yang tidak kompetitif sehingga membuat banyak fans mulai bosan menonton sepakbola dan mencari bentuk hiburan lainnya.

"Kita harus menempatkan fans sebagai pusatnya. Sistem saat ini tidak efektif bagi fans era modern," kata Agnelli dalam Sidang Umum Asosiasi Klub Eropa (ECA).

"Penelitian menunjukkan bahwa banyak asumsi tradisional tentang fans perlu diubah. Jika kita melihat penelitian, kita dapat mengatakan sepertiga dari fans secara global mengikuti setidaknya dua klub, yang sangat berbeda dari beberapa tahun lalu."

"Juga, 10 persen fans mengikuti pemain dan bukannya klub, 2/3 mengikuti sepakbola karena takut ketinggalan atau hanya karena mereka menyukai pertandingan-pertandingan besar, 40 persen dari fans berusia 16 hingga 24 tahun, yang dikenal dengan nama Gen Z, sama sekali tidka tertarik pada sepakbola."

"Terlalu banyak pertandingan yang tidak kompetitif, baik di level domestik mau pun internasional."

"Fans tidak boleh diremehkan dan kami harus memberikan kompetisi terbaik untuk mereka atau kita berisiko kehilangan mereka."

"Itulah mengapa saya menyambut baik perbincangan yang kami, sebagai ECA, lakukan dalam beberapa bulan terakhir dengan UEFA untuk mengembangkan sepakbola."

"Meski pun tidak hadir di sini, saya ingin berterima kasih kepada presiden Ceferin atas argumen dan perdebatan yang kami lakukan dari Oktober hingga Desember."

"Tapi sebenarnya itu adalah perdebatan yang sangat produktif."

Dengan fans yang tidak bisa hadir langsung di stadion untuk menonton sepakbola selama hampir satu tahun penuh, klub-klub di seluruh dunia telah melaporkan kerugian finansial yang sangat besar.

Namun, beberapa klub top dunia dilaporkan tertarik membentuk Liga Super Eropa yang sangat menguntungkan yang akan mengubah wajah sepakbola selamanya.

"Saya melihat proyek tata kelola, atau beberapa proyek yang dikembangkan di beberapa negara, atau dukungan JP Morgan untuk kebocoran yang kami alami atas [wacana] Liga Super Eropa," kata Agnelli.

"Semuanya sudah ada di media dan sudah menjadi rahasia umum bagi semua orang. Jika ada minat dari pemain dan lembaga keuangan besar seperti ini, berarti ada potensi masa depan yang cerah di industri kita."

"Para individu ini, ertentangan dengan beberapa pemangku kepentingan kami yang paling umum, tidak terlalu tertarik pada solidaritas, tetapi kepentingan mereka adalah pengembalian investasi."

"Artinya, industri kita adalah industri yang sangat cocok untuk pengembalian investasi dan itu berarti jika kita mengubah diri kita sendiri, kita dapat menantikan sendiri pengembalian investasi itu."

"Sepakbola, finansial dan pemerintahan berada di persimpangan jalan dan ini terbukti dan diperburuk oleh pandemi."

"Tugas kita adalah mencegahnya dan bertindak atau jika tidak risikonya adalah salah satunya bisa hancur."

Iklan
0