Sebagian besar tim Liga 1 2020 sebagai pemegang saham mayoritas PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendesak adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.
Permintaan tersebut akhirnya dikabulkan, sebagaimana PSSI sebagai pemegang satu persen saham menyetujui adanya RUPS Luar Biasa, yang rencananya 18 Mei nanti.
Ada beberapa hal yang membuat klub mendesak digelarnya RUPS Luar Biasa. Setidaknya ada lima agenda yang bakal dibahas pada RUPS nanti, sesuai dengan arahan klub.
Yang pertama dan utama adalah bagaimana kelanjutan kompetisi musim 2020, di masa pandemi. Sebagaimana diketahui, corona telah membuat kompetisi terhenti sejak 16 Maret.
Kemudian, akan ada penyampaian laporan kegiatan LIB dari Februari hingga Mei, bagaimana laporan keuangan, serta rencana bisnis dari LIB pada 2020, sebagai operator kompetisi.
Hasani Abdulgani selaku komisaris LIB juga menuturkan, akan ada pengunduran diri dari komisaris LIB. Ada juga beberapa agenda lain yang akan menjadi pembahasan dari RUPS nanti.
“RUPS dijalankan berdasarkan agenda, dan permintaan dari poin satu hingga poin empat adalah permintaan dari klub,” beber Hasani, yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI.
“Untuk fokus RUPS itu pun sudah kami sampaikan semalam sudah di email ke semua klub, dan PSSI,” tutup Hasani.
