Lyon Roma FazioGetty

Agenda Pramusim 2017: AS Roma


OLEH DIMAS PANJI SETYADI Ikuti di twitter

 Jelang laga pekan terakhir Serie A Italia, AS Roma masih harus berjuang memastikan posisi runner-up di klasemen demi lolos secara langsung ke fase grup Liga Champions musim depan.

Tim asuhan Luciano Spalletti itu kini telah berada di peringkat kedua, namun hanya unggul satu poin dari Napoli yang berada tepat di bawah posisi mereka.

Pada laga gionarta 38, Roma akan menjamu Genoa di Stadio Olimpico, Minggu (28/5). Kemenangan di laga tersebut akan memastikan mereka finis satu tingkat lebih baik dibanding musim lalu dalam ajang Serie A. Jika sukses meraih poin penuh mereka akan finis dengan perolehan 87 poin musim ini, melewati rekor terbaik mereka yang tercipta pada musim 2013/14 (85). 

SIMAK JUGA:  Klasemen Serie A Italia

Buffon Nainggolan Roma Juventus Serie AGetty Images

Roma juga telah mencatatkan hal istimewa lainnya musim ini setelah berhasil meraih 27 kemenangan dalam satu musim Serie A (berpeluang menjadi 28). Sebelumnya rekor mereka adalah 26 kemenangan pada 2013/14.

Pada musim 2016/17 Roma belum berhasil mengakhiri dominasi Juventus di Italia dalam enam tahun terakhir. Hal itu nampaknya akan kembali menjadi tugas berat bagi Giallorossi musim depan, setelah hanya mampu finis di tiga besar dalam tiga musim terakhir (dua kali runner-up, satu kali posisi tiga).

Begitu pula di ajang domestik lainnya. Setelah terakhir kali menjadi juara Coppa Italia pada musim 2007/08, Roma belum bisa kembali mengulang prestasi tersebut. Musim ini mereka gagal di semi-final setelah disingkirkan rival sekota, Lazio.

AS Roma Lazio 04042017Getty

Di kompetisi antarklub Eropa Roma juga belum bisa banyak berbicara. Sebagai tim peringkat tiga Serie A musim lalu, mereka harus menjalani play-off untuk tampil di fase grup Liga Champions, dan mereka gagal melaju setelah kalah agregat 4-1 dari Porto.

Hal tersebut membuat mereka hanya bisa berlaga di Liga Europa. Namun di kompetisi tersebut Roma hanya bisa melaju hingga babak 16 besar usai kalah agregat 5-4 dari Olympique Lyon.

Lyon Roma FazioGetty

Untuk menghadapi musim depan, Roma telah mulai melakukan perubahan sebelum musim ini berakhir. Mereka telah menunjuk direktur olahraga baru. Jabatan tersebut tidak diisi orang sembarangan, melainkan mantan juru transfer Sevilla Monchi yang telah terbukti sukses merekrut pemain-pemain potensial.

SIMAK JUGA: Monchi Berjanji Wujudkan Mimpi AS Roma

Dalam 17 tahun menjabat sebagai direktur olahraga  di sana, Sevilla sukses meraih trofi Liga Europa sebanyak lima kali, gelar juara Copa del Rey dua kali, serta masing-masing sekali menjuarai Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa.

Itu tidak lepas dari kontribusi Monchi yang dikenal sebagai juru transfer hebat. Ia membuat Sevilla mendapat keuntungan besar dari pemain-pemain seperti Dani Alves, Ivan Rakitic, Julio Baptista dan Geoffrey Kondigbia, yang direkrut dengan biaya murah sebelum menjadi bintang dan membawa klub berprestasi. Meski pada akhirnya mereka hengkang dengan harga tinggi ke klub-klub besar Eropa. 

 SIMAK JUGA: Soal Pensiun, Francesco Totti Beri Penjelasan

Hal tersebut membuat pergerakan Roma di bursa transfer musim panas mendatang menarik untuk dinantikan, terlebih sang ikon dan kapten klub Francesco Totti juga dikabarkan akan pensiun setelah musim ini berakhir. 

Luciano Spalletti & Francesco Totti

Selain pemain baru, Giallorossi kemungkinan besar juga akan memiliki pelatih baru. Musim depan nampaknya akan benar-benar menjadi era baru bagi klub ibu kota Italia tersebut.

SIMAK JUGA: Walter Sabatini Dorong Inter Kontrak Luciano Spalletti

Kontrak Spalletti akan habis setelah musim ini berakhir. Sky Sport Italia mengabarkan sang pelatih akan segera berlabuh di Inter, bergabung dengan mantan petinggi Roma Walter Sabatini.

Sementara Roma dikabarkan akan menunjuk mantan pemainnya yang kini merupakan pelatih Sassuolo Eusebio Di Francesco.

SIMAK JUGA - Eusebio Di Francesco: AS Roma? Lihat Saja Nanti

Pelatih dan susunan pemain Roma jelang musim depan memang masih belum jelas, tapi yang pasti Roma telah mengumumkan jadwal pramusim mereka yang akan berlangsung di Amerika Serikat -- tanah kelahiran sang presiden klub James Palotta -- sama seperti dua musim terakhir.

Roma akan berlaga di turnamen pramusim yang melibatkan klub-klub papan atas Eropa, International Champions Cup (ICC). 

Roma Pramusim 2017Goal Indonesia

Mereka akan menghadapi raksasa Ligue 1 Prancis Paris Saint Germain di Detroit, lalu sang runner-up Liga Primer Inggris Tottenham Hotspur di New Jersey, serta sang rival yang sukses menjuarai Serie A enam musim beruntun Juventus di Massachusetts.

SIMAK JUGA - Agenda Pramusim 2017: Tottenham Hotspur

Tiga klub besar itu bisa menjadi ujian yang bagus bagi era baru Roma sebelum kembali berlaga di Serie A pada 20 Agustus mendatang.

Selain laga yang jadwalnya telah resmi diumumkan itu, kemungkinan masih akan ada beberapa laga uji coba lainnya.

Jika berhasil menunjuk pelatih yang tepat dan mempertahankan para pemain kuncinya musim ini seperti Edin Dzeko, yang menjadi calon kuat top scorer Serie A dengan perolehan 28 golnya, para winger andalan mereka Mohamed Salah dan Stephan El Shaarawy, sang gelandang Radja Nainggolan dan Kevin Strootman, serta Kostas Manolas di lini belakang, ditambah rekrutan baru yang bisa mengangkat kualitas tim, bukan hal yang mustahil Roma pada akhirnya bisa mengakhiri dominasi Juventus.

1688b68bd235f4aa2f346355d2bd5cba6eb538cf
Iklan