Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), sangat serius agar negara pesertanya bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Terbukti, Komite Piala Dunia AFF akan menjalin kerja sama dengan Sekretariat Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN).
Presiden AFF, Mayor Jenderal Khiev Sameth menyebut Komite Piala Dunia AFF banyak keuntungan yang bisa didapatkan negara ASEAN bila menjadi tuan rumah Piala Dunia. Satu di antaranya menambah pemasukan untuk negara tersebut.
"AFF membentuk Komite Piala Dunia enam tahun lalu ketika ide itu pertama kali diperdebatkan oleh beberapa negara lain. Kami tahu kawasan ini berpotensi menjadi tuan rumah Piala Dunia dan telah menjajaki kemungkinan sejak saat itu," kata Khiev Sameth dikutip dari laman AFF.
"Jadi kami berharap dapat bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN di mana FIFA telah memberikan tanggung jawab mengatur mekanisme penawaran untuk setiap turnamen FIFA di negara anggota dan juga AFF yang merupakan badan yang diakui oleh AFC."
"Menggelar Piala Dunia di ASEAN, yang secara kolektif adalah kawasan dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia, dan nomor tujuh di dunia, akan mendatangkan banyak manfaat ekonomis dan olahraga bagi kawasan. Terlebih lagi, akan menguatkan ikatan antara 640 juta penduduknya," tambahnya.
Khiev Sameth melanjutkan, AFF menyambut baik pernyataan Sekretariat ASEAN melalui Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha, bahwa sepuluh negara anggota sepakat melakukan penawaran bersama jadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama erat antara AFF dengan Sekretariat ASEAN.
Sementara sekjen PSSI Ratu Tisha, menyabut positif langkah yang diambil tersebut. Menurutnya, hal ini sangat baik lantaran Indonesia jadi satu di antara negara yang menginginkan jadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
"Kami sangat senang karena ide ini sudah sampai ke level pemerintahan. Sekarang, kita punya kesempatan untuk meneruskan ide ini dengan AFF memainkan peran utama menyukseskan bidding tersebut," ucap Tisha.
