Felix Afena-Gyan Celebrating Roma 2021Getty Images

Siapa Afena-Gyan, Striker Roma Yang Curi Panggung Lawan Genoa

Mourinho jadi sorotan negatif beberapa pekan lalu setelah kekalahan berat melawan Bodo/Glimt. Sulit untuk menambah pemain baru ke dalam tim utama, mengingat bagasi pemain yang minim nama mentereng.

Tapi, Roma harus mengambil lebih banyak pemain dari Primavera di bangku cadangan. Satu di antara yang sudah mencuri perhatian adalah Felix Afena-Gyan.

Sebelumnya, Mourinho telah memberikan debut kepada Afena-Gyan pada pertandingan melawan Cagliari akhir Oktober lalu. Ketika itu, nama terakhir masuk pada menit ke-57 saat timnya tertinggal 1-0. Ia membantu kemenangan 2-1 lewat gol Roger Ibanez dan Lorenzo Pellegrini.

Langkah yang sama terulang di awal babak kedua pada laga melawan Milan, ketika ia menggantikan Mkhitaryan meski ada El Shaarawy yang lebih berpengalaman di bangku cadangan. Episode itu kembali terjadi di Genoa, melawan skuat arahan Shevchenko, tapi dengan akhir positif. Gol pertama di Serie A untuknya dan untuk pemain kelahiran 2003.

PENYERANG CEPAT

Penyerang tengah Primavera, Afena-Gyan, adalah pemain yang sangat cepat. Ia mampu mengubah seluruh lini depan serangan tim muda arahan Daniele De Rossi tersebut, yang telah diamati Mourinho selama beberapa waktu.

Bukan cuma Mou. Pelatih Roma terdahulu, Paulo Fonseca, juga beberapa kali memanggil Afena-Gyan untuk berlatih bersama tim utama, tanpa kemungkinan menjadi protagonis di lapangan di Serie A, Coppa Italia, atau Liga Europa.

MASA DEPAN ROMA

Afena-Gyan lahir di Sunyani, Ghana, pada 19 Januari 2003. Ia mendarat di Roma musim lalu berkat Wakil Direktur Olahraga Morgan De Sanctis, mantan kiper Giallorossi dan pengamat serta manajer tim ibukota saat ini. Sang striker selalu mengaku antusias dengan kedatangannya di Italia dari Eurafrica FC, ia bertekad untuk unjuk kemampuan dengan Primavera.

Pemain berusia 18 tahun dan pemain pertama kelahiran 2003 yang bermain untuk Roma di Serie A itu telah mengunggah konten yang sangat penting di Instagram ketika ia dipanggil oleh pelatih Fonseca saat itu ke tim utama, untuk berlatih bersama para pemain hebat:

"Tuhan tolong jangan biarkan beberapa orang yang percaya padaku mengecewakanku,” begitu bunyi unggahan Afena-Gyan.

Dia tidak mengecewakan di Primavera, dia tidak mengecewakan di Cagliari-Roma 1-2, pertandingan pertamanya di Serie A di mana dia menentukan dalam mengguncang ibu kota, ia jadi pembeda dan mampu memulihkan semangat tim di babak kedua. Begitu juga saat melawan Milan, apalagi melawan Genoa.

CALON STRIKER REGULER ROMA

Performa Afena-Gyan sangat mengesankan: berkat kecepatan dan instingnya dalam mencetak gol, ia telah mencetak enam gol dalam lima pertandingan di musim pertama Primavera. Total, antara musim lalu dan yang sedang berlangsung adalah 15 gol dalam 27 laga.

Sekarang De Rossi, Mourinho, dan Roma harus memutuskan “hadiah” untuk Afena-Gyan, mengingat ada tiga striker lain di tim utama. Mou telah menegaskan keinginannya untuk bertaruh pada bocah itu, dengan tetap mempertimbangkan kehadiran Abraham, Shomurodov, dan Borja Mayoral.

Mayoral bisa dijual pada Januari mendatang jika terjadi ledakan definitif pada diri Afena-Gyan dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, di Luigi Ferraris, ia sudah memulainya dengan mencetak gol pertama di Serie A plus brace pertama. Ia diharapkan bakal berkembang dengan tanpa tergesa-gesa dan tanpa tekanan.

Iklan