Berita Live Scores
Liga 1

AFC Ingin Lisensi Klub Profesional Indonesia Lebih Baik

16.40 WIB 10/04/18
AFC Logo
PSSI kembali menggelar workshop lisensi klub profesional di Jakarta, hari ini.

OLEH    MUHAMMAD RIDWAN

PSSI melangsungkan workshop club licensing bersama seluruh kontestan Liga 1 2018. Langkah ini dilakukan agar kesebelasan di Tanah Air dapat memenuhi semua persyaratan menjadi klub profesional.

Dijadwalkan agenda tersebut berlangsung pada 10-11 April 2018 di Jakarta. Sejumlah topik dibahas dalam pertemuan ini seperti menyiapkan dokumen secara baik dan benar sebelum diserahkan ke PSSI.   

Permasalahan lisensi memang masih terjadi di klub Indonesia. Terbukti, pada musim 2017 hanya lima kesebelasan saja yang lolos verifikasi lisensi yaitu Bali United, Persija Jakarta, Madura United, Persib Bandung, dan Arema FC.

"Melalui workshop ini klub-klub diingatkan lagi mengenai proses yang segera berjalan. Semoga kita semua bisa punya target khusus untuk menambah jumlah klub yang mendapatkan club licensing pada tahun ini," ucap manajer club licensing PSSI Tigorshalom Boboy.

"Kita punya evaluasi dari musim lalu, dari lima klub yang mendapatkan lisensi klub, sisanya punya kendala dalam banyak hal, seperti keterlambatan mengirim dokumen, kemudian sumber daya manusia yang in charge di dalam proses licensing ini, dokumen yang belum valid, bagaimana cara yang membuat itu semua bisa menjadi valid," tambahnya.

Lebih lanjut, Tigor menuturkan kompetisi musim depan belum tentu diikuti oleh 18 klub seperti sekarang ini. Itu karena ia menginginkan seluruh kontestan yang ada memiliki lisensi klub profesional. 

"Kalau bicara lebih dalam kepada kualitas kompetisi, maka hanya klub yang memiliki lisensi yang bisa mengikuti kompetisi. Artinya jumlah klub itu bisa saja bukan 18 dan hanya 10 atau 12 klub. Namun, pengelolaan kompetisi pasti lebih berkualitas dan klub bisa lebih survive sebagai klub profesional," ujarnya.

"Katakan pada 2019 nanti Liga 1 adalah klub yang harus punya national license. Tentu akan menjadi sesuatu yang berbeda dan baru karena klub pasti akan berusaha memenuhinya karena konsekuensinya mereka tidak bisa mengikuti kompetisi kalau tidak memiliki national license. Kami akan melakukannya secara bertahap sampai nanti klub Liga 2 akan diharuskan memiliki lisensi tersebut," imbuhnya.

Bukan itu saja, pria yang juga menjabat sebagai COO PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut menyampaikan konfederasi sepakbola Asia (AFC), menyambut positif diadakannya workshop tersebut. Maka dari itu, ia kondisi tersebut membuat klub nasional jadi termotivasi melengkapi lisensi.

"AFC apresiasi apa yang kami lakukan, dan berharap musim ini bisa lebih baik karena Indonesia adalah salah satu pionir klub lisensi di Asia, dan beberapa tahun terakhir situasi federasi kurang bagus terlihat seakan-akan kita mulai dari awal lagi." 

"Kita coba untuk memacu lagi klub di Indonesia untuk ikut proses ini dan ujungnya klub bisa mendapatkan pengalaman dari negara-negara Asia lain dan klub lain yang punya pengalaman lebih dari klub lisensi."

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Barcelona Jadi Pemenang Dalam Derbi Madrid
2. Ander Herrera Ludahi Lambang Manchester City?
3. Mimpi Buruk Derbi Bisa Berbuntut Panjang Buat Manchester City
4. Bek Johor Darul Takzim Ingin Pindah Ke Persija Jakarta Atau Persib Bandung
5. Marko Simic & Ismed Sofyan Pimpin Statistik Ini Di Piala AFC